BORNEONEWS, Palangka Raya – Titik panas (hotspot) kembali terdeteksi di wilayah Kabupaten Katingan. Berdasarkan pantauan satelit NASA-SNPP, dua hotspot terpantau di Desa Tumbang Lahang, Kecamatan Katingan Tengah, Provinsi Kalimantan Tengah, pada Kamis (25/9/2025).
Menindaklanjuti informasi tersebut, anggota piket Polsek Katingan Tengah bersama tim gabungan TNI dan aparat kecamatan langsung menuju lokasi sekitar pukul 10.15 WIB hingga 12.00 WIB. Tim memastikan kondisi di lapangan dan melakukan penanganan terhadap kebakaran yang terjadi.
Hasil pengecekan menunjukkan dua titik koordinat kebakaran. Lokasi pertama berada di bujur -1.4718 dan lintang 113.18259, sementara titik kedua berada di bujur -1.46776 dan lintang 113.18324. Berdasarkan hasil pengamatan, luas lahan terbakar di titik pertama sekitar 0,5 hektar, dan di titik kedua sekitar 0,4 hektar.
Kapolsek Katingan Tengah melalui IPDA Muhd Zulkifli Ramadhan, S.Tr.K., M.H., menyampaikan bahwa lahan yang terbakar merupakan semak belukar yang digunakan masyarakat untuk membuka ladang.
“Syukurlah api berhasil dipadamkan dan tidak menjalar lebih luas,” ujarnya dalam laporan resmi, Kamis 25 September 2025.
Adapun personel yang terlibat dalam penanganan karhutla kali ini antara lain BRIPKA Etan Kriswanto dan BRIPTU Bill Kenedy S dari Polri, serta Koptu Marianus dari TNI. Mereka didukung aparat kecamatan Katingan Tengah dengan sarana prasarana berupa tiga unit kendaraan roda dua.
Tim gabungan harus menempuh jarak kurang lebih 20 kilometer dari Mapolsek menuju lokasi kebakaran, dengan waktu perjalanan darat sekitar satu jam. Lokasi kebakaran yang berada di semak belukar cukup menyulitkan akses tim di lapangan.
Meski demikian, upaya cepat yang dilakukan Polri, TNI, dan aparat kecamatan berhasil memastikan api benar-benar padam. Hingga siang hari, kondisi di lokasi terpantau aman, dan tidak ada titik api baru yang muncul.
“Kegiatan ini berakhir pukul 12.00 WIB. Kami akan terus melakukan pemantauan di lapangan dan siap melaporkan kembali apabila terdapat perkembangan,” tutur IPDA Zulkifli.
Ia juga mengimbau agar masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar, mengingat kondisi cuaca yang rawan menimbulkan kebakaran hutan dan lahan. (MARINI/H)









