BORNEONEWS, Palangka Raya - OJK Provinsi Kalimantan Tengah bersama MES Kalteng dan BSI Palangka Raya menggelar program Inkubasi Ekosistem Pesantren Inklusif Keuangan Syariah atau EPIKS di Pondok Pesantren Hidayatullah Palangka Raya. Kegiatan ini diikuti puluhan santri dengan tema “Membangun Kemandirian Pesantren”.
Ketua Pesantren Hidayatullah, Usamah, menyambut baik kegiatan ini. Ia menyebut literasi keuangan syariah sebagai bekal penting bagi santri dalam mengelola usaha dan keuangan berbasis syariah.
Asisten Direktur Senior OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Andrianto Suhada, mengatakan EPIKS adalah langkah strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai syariah dengan praktik keuangan modern.
"Kami berharap santri bisa menjadi pelaku ekonomi yang mandiri dan berdaya saing," kata Andrianto pada Kamis, 25 September 2025.
Kegiatan diisi dengan pemaparan materi dari OJK dan narasumber lainnya. Topik yang dibahas meliputi literasi keuangan syariah, strategi usaha pesantren, dan pengenalan produk perbankan syariah.
Santri juga diajak berdiskusi secara interaktif. Mereka antusias bertanya soal peluang usaha dan pemanfaatan layanan keuangan syariah untuk mendukung kemandirian ekonomi pesantren.
Program EPIKS diharapkan menjadi model pemberdayaan ekonomi pesantren di Kalimantan Tengah, sekaligus memperkuat peran santri dalam membangun ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.(TESTI PRISCILLA)









