SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Sebanyak 90 hingga 100 titik Penerangan Jalan Umum (PJU) akan dibangun di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, pada tahun 2026. Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur menyiapkan program tersebut sebagai jawaban atas aspirasi masyarakat yang menginginkan kawasan jalan lebih terang dan aman di malam hari.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kotim, Raihansyah, mengatakan rencana pemasangan PJU di Jalan Kapten Mulyono sudah menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

“Untuk di Jalan Kapten Mulyono itu, dibutuhkan sekitar 90 sampai 100 titik PJU. Biayanya kurang lebih Rp35 juta per unit untuk PJU tenaga surya dengan kualitas baik, sudah termasuk pajak dan biaya lainnya,” jelasnya, Jumat, 26 September 2025.

Menurut Raihansyah, program ini diharapkan bisa terealisasi sesuai target meski tetap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. “Kami sudah mendata lokasi-lokasi yang membutuhkan penambahan PJU. Semuanya akan diprogramkan secara bertahap,” tambahnya.

Selain mempersiapkan pembangunan di Jalan Kapten Mulyono, Dishub Kotim juga telah menyelesaikan proyek PJU di Jalan Pemuda dan Jalan Pramuka. Tahun ini, total ada 164 titik lampu yang dipasang di dua jalan utama Kecamatan Mentawa Baru Ketapang tersebut.

Pembangunan PJU di Jalan Pemuda dikerjakan oleh CV Sarana Indah Motor dengan nilai kontrak Rp2,7 miliar untuk 81 titik lampu sepanjang 2,3 kilometer. Proyek ini berlangsung sejak 21 Mei hingga 15 Oktober 2025.

Sementara di Jalan Pramuka, pekerjaan dilakukan oleh PT Wardhana Wardhani Jaya dengan nilai kontrak Rp2,8 miliar untuk 83 titik lampu sepanjang 3,2 kilometer. Proyek ini dilaksanakan selama 154 hari, mulai 22 Mei hingga 21 Oktober 2025.

Dengan adanya program penerangan jalan ini, diharapkan kawasan perkotaan Sampit semakin terang, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Pemerintah daerah berkomitmen melanjutkan pembangunan PJU secara berkelanjutan, termasuk di Jalan Kapten Mulyono yang menjadi salah satu prioritas utama tahun 2026.