BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan, menekankan pentingnya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai sumber pembiayaan utama pembangunan.
Hal ini disampaikan di tengah proyeksi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng tahun anggaran 2025 yang diperkirakan hanya mencapai Rp7,1 triliun.
Tomy Irawan menegaskan bahwa seluruh dinas penghasil di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah harus didorong untuk bekerja lebih efisien dan produktif dalam menggali potensi PAD.
Ia mengingatkan agar dana yang dialokasikan tidak menjadi mubazir tanpa adanya pemasukan yang signifikan dari dinas-dinas yang seharusnya menghasilkan PAD.
“Sebelumnya kita harus berfokus PAD semuanya kepada dinas-dinas penghasil. Jangan sampai dana kita mubazir, tidak ada pemasukan dari dinas-dinas yang mendapatkan PAD,” tegas Tomy, Jumat, 26 September 2025.
Ia menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dinas-dinas penghasil PAD agar dapat memberikan kontribusi yang maksimal bagi keuangan daerah.
Tomy juga menyoroti beberapa sektor yang menurutnya masih belum tergarap maksimal sebagai sumber PAD, seperti pajak alat berat, bahan bakar minyak (BBM), dan pemanfaatan permukaan air. Ia mendesak agar pemerintah daerah segera mengambil langkah-langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi PAD dari sektor-sektor tersebut.
“PAD harus kita genjot. Kalau misalkan PAD, beberapa hal yang perlu digenjot seperti pajak alat berat, BBM, permukaan air itu belum maksimal. Itu harus dimaksimalkan lagi untuk target PAD,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa optimalisasi PAD akan memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Lebih lanjut, Tomy mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat bukanlah solusi jangka panjang. Ia menekankan pentingnya efisiensi dan kemandirian fiskal daerah.
"Saya mendorong agar seluruh lini yang memiliki potensi untuk mendatangkan PAD diberikan perhatian khusus dan dukungan kebijakan agar dapat berkontribusi optimal terhadap keuangan daerah," pungkasnya. (PATHUR/j)









