PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya terus berupaya membangun masyarakat cerdas (Smart Society) melalui berbagai program strategis. Salah satu fokus utama dalam upaya ini adalah penguatan budaya literasi dan pelestarian kearifan lokal.

Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo, menjelaskan bahwa literasi bukan hanya sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan untuk memahami, menganalisis, dan menggunakan informasi secara kritis.

Oleh karena itu, pemerintah kota terus mendorong berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi masyarakat.

"Kami percaya bahwa masyarakat yang literasi akan lebih mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan kota. Mereka akan lebih kritis dalam menerima informasi, lebih kreatif dalam mencari solusi, dan lebih inovatif dalam menciptakan peluang," ujar Andjar Hari Purnomo, Jumat, 26 September 2025.

Selain penguatan literasi, pemerintah kota juga memberikan perhatian khusus terhadap pelestarian kearifan lokal. Kearifan lokal merupakan nilai-nilai budaya, tradisi, dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.

Andjar Hari Purnomo menjelaskan bahwa kearifan lokal memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat yang berbudaya dan beridentitas.

Oleh karena itu, pemerintah kota terus berupaya melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal melalui berbagai program, seperti festival budaya, pelatihan keterampilan tradisional, dan pendokumentasian pengetahuan lokal.

Dengan menggabungkan penguatan literasi dan pelestarian kearifan lokal, pemerintah kota berharap dapat menciptakan masyarakat cerdas yang tidak hanya memiliki kemampuan intelektual yang tinggi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan berakar pada budaya lokal.

"Hal ini akan menjadi modal penting dalam membangun Kota Palangka Raya yang maju, sejahtera, dan berbudaya," pungkasnya. (PATHUR/j)