BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dugaan beras oplosan beredar di pasaran di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Seorang warga Pangkalan Bun berinisial A menyampaikan hal itu kepada BorneoNews melalui pesan WhatsApp pada Jumat, 26 September 2025.
Dia mengungkapkan, dugaan itu muncul setelah suaminya membeli beras dengan ukuran 5 kilogram di salah satu minimarket. Saat hendak dimasak, ia menemukan kejanggalan pada tekstur beras yang berbeda dari biasanya.
“Saya mau masak, pas dicuci dan sudah kering, saya rasa kayak beda gitu berasnya, tidak seperti beras-beras yang selama ini saya masak,” ujarnya.
Karena curiga, ia pun meminta agar dugaan beras oplosan ini segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait. Menurutnya, langkah pemeriksaan sangat penting untuk memastikan kualitas dan keaslian beras yang dikonsumsi masyarakat.
“Saya harap bisa diperiksa sama pihak berwenang, biar jelas kualitas berasnya. Kalau benar ada masalah, jangan sampai masyarakat lain dirugikan,” tambahnya.
Hingga kini, warga itu menyebut bahwa beras dengan merek serupa masih beredar dan diperjualbelikan di pasaran. Ia pun berharap, pemerintah daerah bersama instansi terkait segera turun tangan untuk menelusuri kebenaran dugaan beras oplosan tersebut. (NURITA/y)









