SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Muhammad Abadi menyoroti lambannya proses penetapan direktur definitif PDAM Sampit meski seleksi dan uji kelayakan telah dilakukan sejak beberapa bulan lalu.

“Prosesnya terlalu lama. Padahal sejak awal kami mendorong agar jabatan direktur PDAM segera diisi supaya kinerja perusahaan bisa lebih optimal,” kata Abadi, Jumat, 26 September 2025.

Menurutnya, DPRD kini menunggu kejelasan siapa yang akan ditunjuk memimpin PDAM Sampit. Sebab, perusahaan daerah tersebut masih menghadapi banyak persoalan yang membutuhkan langkah cepat dari direksi.

“Kalau memang hasil seleksi sudah ada, seharusnya tidak perlu berlama-lama menunda pengumuman maupun pelantikan. Panitia seleksi juga sudah bekerja sama dengan pihak akademisi untuk melakukan uji kelayakan,” ujarnya.

Abadi mengingatkan, tanpa direktur definitif, PDAM Sampit sulit membuat kebijakan strategis karena kewenangan pejabat pelaksana tugas (Plt) terbatas.

“Hal ini sama seperti yang terjadi di rumah sakit yang juga masih dipimpin Plt. Kalau PDAM ingin cepat berbenah, maka penetapan direksi definitif harus segera dilakukan,” tutupnya. (DEWI PATMALASARI/Y)