SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Dadang Siswanto, menilai salah satu penyebab tingginya angka pengangguran di daerah ini adalah rendahnya kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam menghadapi tantangan dunia kerja, khususnya di sektor swasta.

“Banyak putra daerah kita yang sulit bersaing menempati posisi penting di perusahaan swasta karena keterbatasan kemampuan akademik dan kultur kerja yang belum menyesuaikan,” ujar Dadang, Jumat, 26 September 2025.

Menurutnya, sebagian tenaga kerja lokal enggan meningkatkan kompetensi diri. Bahkan ada yang merasa cukup hanya karena perusahaan berdiri di atas tanah milik keluarga mereka. Hal ini menjadi hambatan bagi pekerja lokal untuk berkembang dan mendapatkan peluang karier lebih baik.

Dadang mendorong Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kotim agar lebih aktif menggandeng dunia usaha dalam memperkuat kapasitas karyawan, khususnya tenaga kerja lokal.

“Pemberdayaan ini tidak hanya sebatas membuka lapangan kerja, tapi juga memberi kesempatan tenaga kerja lokal menempati posisi strategis di perusahaan,” katanya. 

Ia menegaskan, pelatihan saja tidak cukup. Pemerintah daerah juga harus melakukan monitoring pasca pelatihan agar tenaga kerja benar-benar siap bersaing.

“Regulasi sudah jelas, tenaga kerja lokal wajib diprioritaskan minimal 50 persen di setiap unit usaha, sepanjang memenuhi kualifikasi dan keterampilan yang dibutuhkan,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)