BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DisperindagkopUKM) Kotawaringin Barat (Kobar), Alfan Khusnaini, menyampaikan sambutannya dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) melalui hilirisasi komoditas unggulan.
Kegiatan ini digelar oleh Deputi Bidang Pengembangan Produksi Kementerian Koperasi RI di Ballroom Hotel Mercure Pangkalan Bun, Jumat, 26 September 2025. Acara tersebut diikuti para pengurus KDMP dari berbagai desa dan kelurahan di Kobar.
Alfan mengaku bersyukur karena kegiatan Bimtek yang diselenggarakan ini sudah lama ditunggu oleh pengurus koperasi. Menurutnya, hampir setiap hari ia mendapat pertanyaan mengenai pelatihan maupun pendampingan terkait KDMP.
“Teman-teman ini sering menanyakan kapan ada pelatihan, kapan ada diskusi, karena banyak pertanyaan bagaimana memulai KMP yang sudah dibentuk ini. Kemudian langkah awal yang dilakukan, dan seterusnya,” ujar Alfan.
Ia menjelaskan, meski belum semua bisa mengikuti, setidaknya ada 60 peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. Meski begitu, kesempatan untuk memperluas jaringan tetap terbuka bagi seluruh pengurus KDMP di Kobar.
“Apa yang kita lakukan hari ini merupakan langkah awal. Ada banyak hal yang patut kita lakukan bersama-sama untuk memperkuat koperasi ini,” lanjutnya..
Alfan meminta para pengurus KDMP agar tidak bosan menerima informasi dan pembaruan dari pihaknya.
“Teman-teman dari KDMP mohon tidak bosan apabila ada hal-hal yang selalu kami berikan update terkait perkembangan koperasi merah putih di daerah kita,” tegasnya.
Ia kemudian melaporkan, dari total 94 desa/kelurahan di Kobar yang terdiri dari 81 desa dan 13 kelurahan, seluruhnya sudah membentuk KDMP dengan status berbadan hukum.
Hingga saat ini, lebih dari 60 koperasi telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sementara 73 sudah mendaftarkan akun di aplikasi Sikopdes.
“Langkah-langkah kecil ini penting. Supaya nanti ketika gerakan usaha koperasi merah putih berjalan, dasar-dasar seperti perizinan dan status hukum sudah terpenuhi. Jadi bila ada kendala, itu bisa kita minimalisir,” jelasnya.
DisperindagkopUKM Kobar juga aktif membantu pengurus KDMP dalam membuat akun di Sikopdes serta mendampingi kebutuhan dasar lainnya.
"Kami sangat terbuka untuk membantu teman-teman ini dalam memenuhi kebutuhan operasional KDMP,” kata Alfan.
Saat ini sudah ada 5 KDMP di Kobar yang mulai beroperasi. Gerai yang dijalankan di antaranya adalah penjualan sembako, usaha jasa perkebunan kelapa sawit, hingga penjualan bibit pisang.
“Dari 5 ini mudah-mudahan bisa terus berkembang,” ujarnya.
Pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan BUMN, BUMD, Bulog, dan Pertamina untuk menjajaki kerja sama, termasuk distribusi beras dan gas LPG.
“Memang perlu usaha keras untuk memfasilitasi pengurus KDMP. Semoga kegiatan ini semakin membuka wawasan mereka untuk berkembang,” pungkasnya. (DANANG/H)
Kepala DisperindagkopUKM Kobar: Bimtek KDMP Jadi Langkah Awal Perkuat Koperasi
Bagikan:

PANGKALAN BUN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Kepala DLH Palangka Raya Tinjau Langsung Pengelolaan Sampah di Dua Kecamatan
Polri Pantau Kawasan Konservasi Perkuat Perlindungan Orang Utan
Bupati Kobar Bermalam di TNTP Pantau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Dana Rp240 Miliar Disalurkan untuk Tangani Karhutla di Kalbar
Indeks Kualitas Udara Palangka Raya Capai 1.506, Masuk Kategori Berbahaya
Penyelundupan 65 Cartridge Diduga Etomidate di Rutan Salemba Digagalkan
Komentar (0)
Memuat komentar…







