BORNEONEWS, Sampit – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan dalam setiap tugas pegawai Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotim.
“Saya berpesan kepada pegawai BNNK agar memegang teguh kerahasiaan. Apa yang dilihat atau didengar dalam tugas cukup diketahui sendiri, jangan sampai keluar. Itu sudah menjadi syarat yang diminta oleh BNN maupun BNNP,” kata Irawati, Jumat, 26 September 2025.
Sebelumnya, Pemkab Kotim telah resmi membantu pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia (SDM) bagi BNNK Kotim.
SK diserahkan kepada 22 pegawai, terdiri dari 11 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diperbantukan daerah dan 11 tenaga kontrak yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat.
Dengan penyerahan SK tersebut, BNNK Kotim kini resmi beroperasi. Hal ini bertepatan dengan pelantikan serentak Kepala BNNK se-Indonesia oleh Kepala BNN RI di Jakarta.
Menurut Irawati, keberadaan BNNK sangat penting karena memiliki kewenangan lebih luas dibandingkan Badan Narkotika Kabupaten (BNK).
“BNK selama ini hanya fokus pada sosialisasi dan tes urine di sekolah maupun instansi. BNNK berbeda, mereka memiliki kewenangan penindakan hukum dengan dukungan kepolisian, sehingga pemberantasan narkoba bisa lebih fokus,” ujarnya.
Ia menegaskan Kotim saat ini termasuk zona hitam darurat narkoba, sehingga kehadiran BNNK diharapkan mampu menekan peredaran obat-obatan terlarang.
“Harapan kita bersama, dengan adanya BNNK, Kotim bisa menuju Kabupaten Bersih Narkoba (Bersinar) sesuai arahan Presiden dan Gubernur,” pungkasnya. (DEWI PATMALASARI)









