BORNEONEWS, Palangka Raya – Ketua DPRD Palangka Raya, Subandi menyoroti penurunan populasi ikan di sejumlah sungai dan danau yang ada di wilayah setempat.
Menurutnya, kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh faktor alam, tetapi juga akibat ulah manusia seperti penangkapan ikan yang berlebihan maupun penggunaan alat tangkap yang merusak.
Subandi menyebutkan bahwa salah satu langkah konkret yang dapat dilakukan untuk menjaga keseimbangan ekosistem perairan adalah melalui program restocking atau penebaran kembali benih ikan di habitat alami.
Upaya ini telah terbukti mampu membantu pemulihan populasi ikan sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem perairan.
“Restocking sangat penting dilakukan. Jika tidak, populasi ikan bisa semakin berkurang dan ini akan berdampak pada masyarakat yang menggantungkan hidup dari hasil perikanan,” ujar Subandi, Jumat, 26 September 2025.
Dia menekankan bahwa restocking tidak hanya sekadar melepas benih ikan ke perairan, tetapi juga harus dibarengi dengan pengawasan terhadap praktik penangkapan ikan. Hal ini agar ekosistem tetap seimbang dan masyarakat tetap bisa memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
Selain itu, ia mendorong agar pemerintah daerah bekerja sama dengan kelompok nelayan, komunitas pecinta lingkungan, hingga akademisi, dalam menyusun program restocking yang terencana dan berbasis riset. Dengan begitu, jenis ikan yang ditebar sesuai dengan kondisi ekosistem setempat.
Subandi juga mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat untuk menjaga sungai dan danau dari pencemaran. Menurutnya, percuma dilakukan restocking jika perairan masih tercemar oleh limbah rumah tangga, industri, maupun sampah plastik.
“Kesadaran bersama sangat diperlukan. Sungai dan danau bukan hanya habitat ikan, tetapi juga sumber kehidupan masyarakat,” tambahnya.
Diharapkannya pemerintah daerah bisa lebih serius menindaklanjuti program restocking sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan mata pencaharian masyarakat di sekitar perairan. (MARINI)









