BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Komitmen Pemerintah Daerah untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan program strategis nasional, khususnya terkait pembangunan kawasan produksi pangan nasional, ditekankan dalam Ekspose Laporan Pendahuluan Kajian Penyusunan Integrasi Ketahanan Pangan untuk Penyangga IKN.
Melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kusmiatie, Pemerintah Kabupaten Kapuas menegaskan perlunya harmonisasi kebijakan di tingkat pusat dan daerah.
"Pemenuhan aspek ketersediaan pangan harus sejalan dengan rasio konsumsi normatif per kapita, mengingat kebutuhan pangan di IKN Nusantara harus dipasok dari daerah penyangga. Hal ini krusial karena tidak semua kebutuhan pangan dapat dipenuhi secara mandiri oleh IKN, yang saat ini memiliki hampir setengah juta jiwa," papar Kusmiatie, Jumat, 26 September 2025.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah sendiri telah memulai beberapa langkah strategis yang sinergis dengan program nasional.
Salah satunya adalah kegiatan yang dilakukan pada 28 Agustus 2024, di mana Menteri Pertanian RI bersama Gubernur Kalimantan Tengah meninjau langsung pengembangan Food Estate di Desa Bentuk Jaya A5 Dadahup.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Pertanian menyampaikan rencana pengembangan padi di Kalimantan Tengah seluas 500 ribu hektare.
Gubernur Kalimantan Tengah menyatakan optimisme terhadap rencana pemerintah pusat dalam mewujudkan lumbung pangan nasional yang telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kalteng.
Dukungan kuat dari pusat juga diperkuat dengan instruksi Presiden RI untuk mencetak sawah seluas 150 ribu hektare di Kalteng pada 2025.
Proyek lumbung pangan nasional ini merupakan kolaborasi lintas kementerian yang menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengantisipasi potensi krisis pangan di Indonesia di masa depan.
"Pengembangan kawasan produksi pangan di Kapuas sendiri akan berfokus pada program terintegrasi yang melibatkan berbagai sektor primer, seperti pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ketersediaan dan stabilitas pangan," lanjut Kusmiatie. (SABRIANOOR)









