PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun -  Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) drh. Agung Suganda mengunjungi ke PT Sulung Ranch di Desa Sulung, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Jumat, 26 September 2025.

Kunjungan ini sekaligus menjadi rangkaian seremonial penerimaan sapi impor asal Australia sebanyak 1.919 ekor. Ternak tersebut terdiri dari brahman steer, brahman bull, brahman medium steer, dan brahman medium bull dengan total 1.546 ekor. Selain itu, juga terdapat 373 ekor sapi jenis wagyu jantan-betina serta brahman jantan-betina untuk penggemukan.

Dirjen PKH drh. Agung Suganda menyampaikan apresiasinya atas pengelolaan peternakan yang dikembangkan oleh Sulung Ranch. 

Menurut Agung Suganda, integrasi sapi dengan perkebunan sawit yang sudah berjalan selama 17 tahun merupakan langkah modern yang patut menjadi contoh nasional.

"Pertama-tama saya tentu mengucapkan terima kasih sudah diundang oleh Pak Haji Rasyid untuk melihat peternakan Sulung Ranch di Kalimantan Tengah ini. Jujur, saya baru pertama kali mengunjungi peternakan dengan integrasi sapi sawit, dan ternyata setelah saya melihat langsung, hasilnya sangat luar biasa," jelas Agung Suganda

Agung Suganda menegaskan bahwa konsep integrasi tersebut mampu menopang ketersediaan pakan ternak secara alami. 

"Saya melihat integrasi satu sawit untuk breeding baik itu brahman, sapi Bali, hingga nanti akan ada wagyu. Saya sangat yakin Sulung Ranch menjadi pionir integrasi sapi sawit modern. Apalagi dengan dukungan ketersediaan pakan yang melimpah dari perkebunan sawit, ini bisa menopang usaha breeding sekaligus penggemukan secara berkelanjutan," jelas Agung Suganda.

Agung Suganda juga menekankan bahwa pola pengelolaan ini sangat strategis untuk mendukung swasembada pangan, khususnya daging sapi. 

"Saya sangat yakin Sulung Ranch siap untuk menyuplai kebutuhan daging, bukan hanya untuk Kalimantan, tetapi juga Indonesia timur," jelas Agung Suganda 

Di tempat yang sama, Owner Citra Borneo Indah (CBI) Group, H. Abdul Rasyid AS berterima kasih atas perhatian Pemerintah Pusat melalui kunjungan Dirjen PKH. Menurutnya, dukungan regulasi menjadi hal penting agar peternakan di Kalimantan Tengah bisa berkembang lebih besar dan mandiri.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Dirjen atas kunjungannya. Tetapi kami berharap bantuan juga dalam bentuk regulasi agar lebih dipermudah. Sehingga peternakan kita bisa lebih kuat dan mandiri. Kami sudah menjalankan ini selama 17 tahun, dan sekarang kami berusaha mengembangkan sapi wagyu dengan target 'wagyu made in Pangkalan Bun'," jelas H. Abdul Rasyid AS.

H. Abdul Rasyid AS menambahkan bahwa pihaknya sudah mencoba pengembangan wagyu dengan jumlah puluhan ekor, dan saat ini mulai ditingkatkan ke skala ratusan. 

"Alhamdulillah, sudah ada yang berumur satu tahun dan hasilnya bagus. Tahun ini kami coba 400 sampai 500 ekor lagi. Kalau sukses, tentu kita akan kembangkan lebih besar lagi di Kalimantan Tengah," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/j)