KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Setiap sekolah tentunya memiliki program unggulan. Salah satunya adalah program Tahfidzul Qur'an, yang mana menjadi ciri identitas kebanyakan sekolah-sekolah Islam. 

Dalam program Tahfidzul Qur'an dikenal juga dengan kegiatan Tasmi'. Tasmi' yang secara harfiah berarti "mendengarkan", adalah proses memperdengarkan hafalan Al-Qur'an kepada orang lain, baik sebagai ujian kelulusan maupun sarana untuk memelihara dan meningkatkan kualitas hafalan yang telah dimiliki.

Di lingkungan SDIT Al Amin Kapuas, Tasmi' telah menjadi salah satu agenda penting dalam program tahfidz sekolah. Ini bukan hanya sekadar ritual, melainkan sebuah bentuk bakti cinta kepada Al-Qur'an serta momen penting untuk menguji sejauh mana siswa berhasil menguasai hafalan mereka.

Tujuan utamanya mencakup ujian hafalan (tahfidz) dan juga sebagai upaya menjaga serta meningkatkan kualitas hafalan agar tetap kuat dan benar dari segi tajwid dan pengucapan.

Ustaz Huda, selaku Koordinator Tim Qur’an SIT Al Amin, mengungkapkan harapan besar di balik terselenggaranya Tasmi' mandiri.

“Dengan adanya tasmi’ mandiri ini harapannya dapat memberikan motivasi kepada peserta didik lainnya agar lebih bersemangat dalam menghafal Al-Qur’an dan segera menyelesaikan Juz 30,” katanya, Sabtu, 27 September 2025.

Dalam pelaksanannya dijelaskannya bahwa siswa secara bergantian memperdengarkan hafalan juz pilihan mereka. Suasana pelaksanaan Tasmi' berjalan dengan sangat khidmat, disimak langsung oleh guru-guru Qur’an dan seluruh siswa lain. 

Kehadiran seluruh warga sekolah memberikan nuansa semangat tersendiri bagi yang sedang Tasmi', menjadikan proses tersebut sebagai panggung untuk menunjukkan hasil usaha mereka.

Kegiatan ini secara langsung mewujudkan tujuan Tasmi' yang kedua, yakni melatih pengucapan yang tepat dan menemukan potensi kesalahan yang mungkin luput dari perhatian penghafal saat muraja'ah (mengulang) mandiri. 

Pengawasan oleh guru Qur'an menjamin bahwa setiap detail dari hafalan, mulai dari makharijul huruf hingga panjang pendek bacaan, diperhatikan dengan seksama.

Melalui Tasmi'ul Qur'an, sekolah berharap para siswa tidak hanya sekadar hafal, tetapi juga semakin termotivasi menjaga hafalan yang sudah ada sekaligus menumbuhkan kecintaan yang lebih kuat terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan melahirkan generasi Qur'ani yang berkualitas di Kuala Kapuas. (SABRIANOOR/j)