BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, drh. Agung Suganda, menilai Pangkalan Bun memiliki peluang besar untuk menjadi sentra baru pengembangan sapi perah di Kalimantan. Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan kunjungan ke PT Sulung Ranch, Desa Sulung, Kecamatan Arut Selatan, Jumat, 26 September 2025.
Menurut Agung Suganda, kebutuhan susu di Indonesia saat ini masih sangat bergantung pada impor. Karena itu, perlu ada terobosan dalam menciptakan basis produksi sapi perah di berbagai daerah, termasuk di Kalimantan Tengah.
"Di Pangkalan Bun ini belum ada pengembangan sapi perah. Mudah-mudahan ini bisa menjadi salah satu upaya dalam rangka mendukung program pemerintah mengurangi ketergantungan impor susu, khususnya di wilayah Kalimantan Tengah," jelas Agung Suganda.
Agung Suganda juga menekankan pentingnya memanfaatkan peluang industri turunan susu.
"Tadi kita juga sempat mencoba produk keju yang dibuat oleh produsen lokal di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan usaha sapi perah di daerah bukanlah hal yang mustahil. Justru ini membuka peluang industri olahan susu berkembang lebih besar," jelas Agung Suganda.
Lebih lanjut, Agung Suganda menjelaskan pemerintah siap mendorong dan memfasilitasi pengembangan sektor sapi perah.
"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk mendukung investasi dan inisiatif yang mengarah pada diversifikasi peternakan. Dengan begitu, Indonesia tidak hanya fokus pada swasembada daging, tetapi juga mampu mengurangi ketergantungan terhadap susu impor," jelasnya. (WAHYU KRIDA/j)









