BORNEONEWS, Palangka Raya - Dukungan terhadap pembinaan atlet Kalimantan Tengah terus menguat seiring komitmen dunia usaha dalam rapat diskusi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Tengah. Perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menyuarakan pentingnya percepatan realisasi pola “bapak angkat” sebagai strategi kolaboratif antara sektor swasta dan olahraga daerah.
Perwakilan APINDO Kalimantan Tengah, Muhammad Rizal, menyebut pola kemitraan antara pengusaha dan cabang olahraga bukanlah hal baru. Namun, ia menekankan urgensi pelaksanaannya agar pembinaan atlet lebih terarah dan berkelanjutan.
“Pola itu bukan hal baru, tapi harus disegerakan, agar pembinaan atlet lebih terarah,” ujarnya dalam diskusi yang digelar Jumat, 26 September 2025.
Senada dengan itu, Rio Kriswena dari Kadin Kalimantan Tengah menegaskan bahwa KONI tidak bisa terus bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, perlu ada terobosan sponsorship yang melibatkan komunitas pengusaha secara aktif.
“Tapi juga harus diperhatikan, program kerja cabor harus ditawarkan secara jelas,” katanya.
Rio menilai, transparansi dan profesionalisme dalam pengelolaan cabang olahraga menjadi kunci agar dunia usaha merasa aman dan tertarik untuk berinvestasi. Ia mendorong KONI untuk menyusun proposal kerja yang terstruktur, lengkap dengan target capaian dan mekanisme pelaporan.
“Pengusaha butuh kepastian, bukan sekadar ajakan,” tambahnya.
Langkah ini dinilai sebagai momentum penting dalam membentuk ekosistem olahraga Kalimantan Tengah yang lebih tangguh dan berdaya saing. Dengan dukungan lintas sektor, pembinaan atlet tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
KONI Kalimantan Tengah berharap sinergi ini dapat segera diwujudkan dalam bentuk nota kesepahaman (MoU) antara pengurus olahraga dan mitra usaha. Terlebih, persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) membutuhkan dukungan penuh agar atlet-atlet daerah mampu tampil maksimal dan membawa nama Kalimantan Tengah ke panggung nasional.
Dalam kegiatan tersebut hadir pula Sekretaris Eksekutif GAPKI Cabang Kalimantan Tengah, Rawing Rambang. Ia menilai banyak pengusaha yang memiliki kepedulian terhadap olahraga, bahkan bersedia berkontribusi. Namun, ia mengingatkan pentingnya akuntabilitas dari pengurus cabang olahraga agar kepercayaan dunia usaha tidak luntur.
“Banyak pengusaha yang hobi olahraga dan mau berkorban, tetapi sering kecewa karena pertanggungjawaban dari cabor yang kurang transparan,” kata Rawing. (TESTI PRISCILLA/j)









