BORNEONEWS, Palangka Raya - Menjelang peringatan Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada 28 September, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalimantan Tengah mengajak masyarakat untuk segera bertindak dalam mencegah rabies melalui vaksinasi, edukasi, dan kepedulian terhadap hewan peliharaan.
Dengan mengusung tema global “Bertindak Sekarang: Kamu, Aku, dan Komunitas”, PDHI Kalteng menekankan bahwa rabies masih menjadi ancaman nyata, terutama di wilayah dengan populasi hewan peliharaan tinggi dan akses vaksinasi yang terbatas.
“Rabies bukan hanya masalah hewan, tapi juga ancaman serius bagi manusia. Pencegahan paling efektif adalah vaksinasi dan edukasi yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Ketua PDHI Kalteng, drh Eko Hari Yuwono dalam rapat final persiapan kegiatan Hari Rabies Sedunia Kota Palangka Raya pada Jumat sore, 26 September 2025.
PDHI bersama mitra pemerintah dan komunitas pecinta hewan telah menjangkau ribuan hewan peliharaan melalui program vaksinasi gratis. Selain itu, sosialisasi tentang gejala rabies, penanganan gigitan, dan perilaku bertanggung jawab terhadap hewan terus digencarkan. Sterilisasi juga menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.
“Sterilisasi bukan sekadar soal populasi, tapi juga soal keamanan lingkungan. Hewan yang tidak terkontrol bisa menjadi sumber penularan,” jelas drh Eko yang juga menjabat sebagai Kepala Puskeswan Kota Palangka Raya.
PDHI mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan dunia usaha yang turut membantu pembiayaan dan logistik kegiatan ini. Ia berharap kampanye tahun ini menjadi gerakan berkelanjutan, bukan sekadar seremoni tahunan.
Dengan semangat kolaboratif, PDHI Kalteng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bertindak sekarang.
“Jangan tunggu korban berikutnya. Rabies bisa kita eliminasi jika kita bergerak bersama,” tegas drh Eko. (TESTI PRISCILLA/j)









