PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sulung Ranch memastikan sebanyak 1.919 ekor sapi impor asal Australia siap memenuhi kebutuhan daging sapi di Kalimantan Tengah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.717 ekor diperuntukkan bagi penggemukan, sementara 276 ekor lainnya untuk breeding.

Manager PT Sulung Ranch, Pieter Ndoa, Jumat, 26 September 2025 menjelaskan bahwa kebutuhan daging sapi di wilayah Kalimantan Tengah, khususnya Pangkalan Bun, Sampit dan Palangka Raya, masih sangat tinggi. 

"Untuk Pangkalan Bun saja, perhitungan kami satu hari itu kurang lebih 15 ekor, berarti sekitar 450 ekor per bulan. Sampit dan Palangka Raya kebutuhannya kurang lebih sama, sehingga total sekitar 1.000 ekor per bulan," jelas Pieter Ndoa.

Pieter Ndoa mengatakan dengan kondisi tersebut, ketersediaan sapi impor yang didatangkan pihaknya sebenarnya bisa dipastikan dengan mudah terserap untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. 

"Kalau kita impor, perhitungannya dalam tiga bulan ke depan kita sudah bisa jual. Artinya, ketersediaan sapi yang ada saat ini masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan daging, baik di Pangkalan Bun, Sampit, maupun Palangka Raya," katanya.

Menurut Pieter Ndoa, kondisi pasar yang masih membutuhkan pasokan daging sapi membuat impor yang dilakukan PT Sulung Ranch tetap terserap dengan baik. 

"Sehingga kuantitas sapi yang kami impor tersebut masih bisa terserap pasar dengan bagus karena permintaan masih banyak," jelasnya.

Pieter Ndoa mengungkapkan bahwa PT Sulung Ranch telah menyiapkan peta jalan (road map) untuk mengembangkan produk turunan daging sapi. 

"Kedepan, kami memiliki rencana untuk masuk ke bidang pengolahan daging atau produk turunannya. Jadi bila suatu saat penjualan sapi hidup sulit, kami sudah siap dengan pengolahan daging," jelas Pieter Ndoa.

Pieter Ndoa mencontohkan, produk turunan yang bisa dikembangkan antara lain bakso dan sosis. 

"Dari 100 persen daging sapi, sekitar 75 sampai 80 persen bisa digunakan untuk membuat bakso. Produk ini bisa dijangkau semua kalangan, sehingga potensinya sangat besar," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/j)