SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor melantik 56 dewan hakim, juri, dan panitera pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kabupaten Kotim tahun 2025 yang digelar di Kecamatan Baamang.

Pelantikan ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kotawaringin Timur Nomor 188.45/0283/Huk-Kesra/2025. Rinciannya, terdiri dari 3 orang pengawas dewan hakim, 2 orang koordinator dewan hakim, 8 orang majelis hakim dan juri, 31 orang hakim, serta 12 orang panitera.

“Kepada seluruh yang dilantik hari ini, saya ucapkan selamat mengemban amanah. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, serta menjunjung tinggi nilai kejujuran dan keadilan. Penilaian yang objektif dan transparan adalah kunci utama menjaga marwah dan kualitas penyelenggaraan MTQ dan FSQ,” kata Halikinnor, Sabtu, 27 September 2025.

MTQ dan FSQ bukan hanya ajang perlombaan semata, tetapi juga ikhtiar menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta kesenian Islam yang sarat nilai moral dan spiritual.

Kegiatan MTQ ke-56 dan FSQ ini akan berlangsung selama lima hari, mulai 27 September hingga 1 Oktober 2025, dengan melibatkan lebih dari 800 peserta dari 17 kecamatan di Kotim.

Adapun cabang lomba yang yakni mencakup 8 cabang MTQ, yakni Tilawah Al-Qur’an, Tahfidz Al-Qur’an, Khat Al-Qur’an, Syarhil Al-Qur’an, Murottal, Tartil, Fahmil Al-Qur’an, Penulisan Makalah Al-Qur’an. Sementara untuk FSQ dilombakan 3 cabang, yaitu rebana, bintang vokalis pop religi, dan bintang vokalis gambus.

MTQ dan FSQ tahun ini juga menjadi ajang seleksi kafilah terbaik dari Kotim untuk berlaga di tingkat provinsi. Berdasarkan SK Gubernur Kalimantan Tengah Nomor 188.44/87/2025 tanggal 10 Maret 2025, pelaksanaan MTQ tingkat provinsi akan digelar bergiliran mulai dari Kabupaten Barito Utara (2025), Katingan (2026), Palangka Raya (2027), Barito Timur (2028), dan Gunung Mas (2029).

“Saya berharap kegiatan ini melahirkan qori, qoriah, hafidz, hafidzah, serta seniman-seniwati qasidah yang tidak hanya berprestasi di tingkat kabupaten, tetapi juga mampu bersaing di tingkat provinsi bahkan nasional. Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum mempererat ukhuwah islamiyah dan membangun generasi Qur’ani yang berakhlak mulia,” tutupnya. (DEWI PATMALASARI/y)