BORNEONEWS, Tamiang Layang – Festival Nikep 3 di Desa Lalap, Kabupaten Barito Timur, berlangsung semarak dengan pengunjung memadati arena perlombaan tradisi menangkap ikan, Sabtu, 27 September 2025.
Puluhan tim dari berbagai desa ikut ambil bagian, hingga akhirnya empat tim terbaik berhasil keluar sebagai juara.
Tim Nomor 8 dari Desa Lalap sukses meraih juara I dengan total tangkapan ikan seberat 4,2 kilogram. Juara II diraih Tim Nomor 4 dari Desa Matarah dengan hasil 3,3 kilogram. Sementara juara III dan IV disabet dua tim dari Desa Rodok, masing-masing Tim Nomor 14 dan Tim Nomor 15.
Pj Sekda Barito Timur, Misnohartaku, yang membuka festival tersebut menyampaikan salam dari Bupati dan Wakil Bupati yang berhalangan hadir. Ia mengapresiasi upaya Desa Lalap yang terus berinovasi dalam mengembangkan potensi agrowisata melalui kegiatan berbasis budaya lokal.
“Sebagian sumber daya Barito Timur berasal dari sektor pertambangan yang tidak bisa diperbarui. Karena itu, kegiatan seperti Festival Nikep ini sangat penting, karena mengangkat budaya lokal sekaligus membuka peluang wisata berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Misnohartaku menilai Festival Nikep di Desa Lalap, Festival Nariuk di Desa Pulau Patai, serta Festival Memancing di Desa Sarapat kini menjadi ikon wisata Barito Timur. Namun, ia juga menekankan perlunya dukungan infrastruktur.
“Saya mendorong agar penyelenggara mengagendakan rapat dengan OPD terkait seperti PUPR Perkim, Disbudparpora, dan DisdagkopUKM agar masalah infrastruktur tidak hanya ditanggung desa dan Disbudparpora. Mengingat anggaran desa terbatas,” jelasnya.
Kepala Disbudparpora Barito Timur, Herawani, turut memberikan apresiasi besar kepada masyarakat Desa Lalap yang dinilainya berhasil menjaga tradisi nikep tetap hidup.
“Festival ini bukan hanya ajang perlombaan menangkap ikan, tetapi juga cara kita mengingatkan generasi muda bahwa nikep adalah kegiatan yang ramah lingkungan dan tidak merusak habitat ikan. Dari sini kita belajar melestarikan alam sekaligus menjaga ketahanan pangan,” katanya.
Herawani juga menekankan bahwa keterlibatan UMKM dalam festival memberi dampak nyata bagi ekonomi warga.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat, pemerintah desa, Karang Taruna, hingga pemerintah kabupaten yang telah mendukung penuh kegiatan ini. Semoga festival ini terus berlanjut setiap tahun, menjadi kebanggaan bersama, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita,” imbuhnya.
Nikep sendiri merupakan tradisi menangkap ikan secara beramai-ramai oleh kaum perempuan menggunakan ansiding, perangkap tradisional dari rotan atau bambu. Selain menjadi ajang kebersamaan, tradisi ini mencerminkan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian alam.
Festival Nikep 3 juga dihadiri Ketua Karang Taruna Barito Timur, Camat Patangkep Tutui, jajaran Pemerintah Desa Lalap, tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga para tamu undangan lainnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/H)









