PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka memperingati Hari Rabies Sedunia yang jatuh pada Minggu, 28 September 2025, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya menggelar kegiatan kastrasi dan vaksinasi rabies gratis bagi hewan peliharaan.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya rabies serta pentingnya pencegahan melalui vaksinasi.

Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya, drg. Andjar Hari Purnomo yang membuka kegiatan menegaskan bahwa rabies merupakan penyakit hewan yang disebabkan oleh virus dan dapat menular ke manusia.

“Rabies adalah zoonosis yang mengancam jiwa. Penularannya terjadi melalui gigitan hewan pembawa rabies (HPR), baik dari hewan ke hewan maupun dari hewan ke manusia,” ujarnya.

Lebih lanjut, drg Andjar menjelaskan bahwa selain melalui gigitan, rabies juga dapat menular lewat kontak air liur hewan positif rabies ke mukosa mata atau hidung manusia. 

"Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing yang merupakan mayoritas HPR dan sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari," katanya.

Kegiatan Hari Rabies Sedunia tahun ini mengusung tema global “Bertindak Sekarang: Anda, Saya, Komunitas”, yang mencerminkan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas dalam mencegah dan menanggulangi rabies.

Vaksinasi rabies pada hewan peliharaan menjadi langkah preventif paling efektif, dan kesadaran masyarakat untuk melakukannya sangat menentukan keberhasilan pengendalian penyakit ini.

PDHI dan Dinas Pertanian juga membuka layanan konsultasi kesehatan hewan serta edukasi tentang penanganan korban gigitan hewan. Masyarakat yang hadir terlihat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, termasuk penyuluhan tentang cara mengenali gejala rabies dan langkah cepat yang harus diambil jika terjadi kasus gigitan.

Dengan semangat kolaboratif, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap kegiatan ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan aman dari ancaman rabies.

“Penanggulangan rabies bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi tanggung jawab kita semua,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raha ini.(TESTI PRISCILLA)