PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Tengah, Sondang Sitorus, menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Hari Rabies Sedunia 2025 yang digelar oleh Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia atau PDHI Provinsi Kalteng dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan atau DPKP Kota Palangka Raya pada Minggu, 28 September 2025.

Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor yang konsisten dan berdampak positif bagi masyarakat.

“Kami dari Badan Karantina Indonesia sangat mendukung kegiatan ini dan berterima kasih telah dilibatkan selama tiga tahun berturut-turut,” ujar Sondang.

Dalam kesempatan tersebut, Sondang juga menyampaikan bahwa pihaknya mengusulkan agar logo Hari Karantina Indonesia ke-148 dapat disisipkan dalam rangkaian kegiatan Hari Rabies Sedunia dan ternyata disetujui.

Menurutnya, hal ini akan memperkuat pesan sinergi antara upaya pengendalian penyakit zoonosis dan peran karantina dalam menjaga kesehatan hewan, tumbuhan, dan produk pangan.

“Tanggal 18 Oktober nanti adalah Hari Karantina Indonesia jadi kami rasa ini adalah rangkaian yang baik karena memang tugas kita dalam karantina hewan, termasuk untuk karantina hewan yang dapat menular kan rabies saat akan masuk ke daerah kita itu harus dikarantina dulu,” katanya.

Sondang menekankan bahwa karantina memiliki peran strategis dalam mencegah masuk dan tersebarnya penyakit hewan, termasuk rabies, melalui pengawasan lalu lintas hewan dan produk hewan.

Ia menyebutkan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah dan organisasi profesi seperti PDHI menjadi kunci dalam memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap ancaman penyakit.

Kegiatan Hari Rabies Sedunia di Palangka Raya tahun ini diisi dengan kastrasi gratis, vaksinasi rabies gratis, edukasi publik, serta kampanye pencegahan rabies yang melibatkan berbagai instansi.

Tema global yang diusung, “Bertindak Sekarang: Anda, Saya, Komunitas”, menjadi pengingat bahwa pengendalian rabies membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Balai Karantina Kalteng juga membuka ruang konsultasi teknis terkait prosedur karantina hewan dan tumbuhan, serta pentingnya sertifikasi kesehatan dalam perdagangan antarwilayah.

Menurut Sondang, edukasi semacam ini penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap peran karantina dalam menjaga keamanan hayati dan pangan.

Dengan semangat kolaboratif, Sondang berharap sinergi antara Badan Karantina Indonesia dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat, tidak hanya dalam peringatan Hari Rabies Sedunia, tetapi juga dalam agenda-agenda strategis lainnya.

“Kami siap mendukung dan berkontribusi dalam setiap upaya menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat melalui pendekatan karantina yang terpadu,” tuturnya.(TESTI PRISCILLA)