PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengikuti rapat monitoring dan evaluasi (Monev) realisasi APBD Tahun Anggaran 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri secara virtual.

Wakil Menteri Dalam Negeri RI Bima Arya menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional triwulan II 2025 tercatat 5,2 persen, dengan Maluku Utara mencatatkan pertumbuhan tertinggi 32,9 pesen.

“Pertumbuhan yang tinggi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, salah satunya melalui percepatan realisasi belanja daerah,” tegas Bima Arya dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Senin, 29 September 2025.

Ia menjelaskan bahwa belanja daerah harus diarahkan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dengan empat langkah utama, yakni percepatan belanja, inovasi PAD, sinkronisasi program nasional dan daerah, serta peningkatan kemudahan perizinan.

Bima Arya mengingatkan bahwa pada triwulan III seharusnya realisasi belanja daerah sudah 70 persen untuk modal dan barang/jasa serta 75 persen untuk belanja pegawai, dengan target akhir tahun 90–95 persen.

Ia menambahkan bahwa meski pendapatan daerah melampaui target, realisasi belanja masih menurun akibat keterlambatan penetapan APBD, proses lelang, hingga lemahnya koordinasi. (HERMAWAN DP/j)