PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyiapkan total 9.250 dosis vaksin rabies untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi hewan pembawa rabies di wilayah kota sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut terdiri dari 5.750 dosis yang dialokasikan melalui APBD murni dan tambahan 3.500 dosis dari APBD perubahan tahun anggaran berjalan.

Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya, drg Andjar Hari Purnomo, menyampaikan bahwa ketersediaan vaksin rabies tahun ini dinilai cukup untuk menjangkau seluruh wilayah rawan rabies di kota.

“Kami pastikan distribusi vaksin berjalan optimal, terutama di daerah padat penduduk dan lokasi yang memiliki riwayat kasus gigitan hewan,” ujar Andjar saat ditemui di sela kegiatan Hari Rabies Sedunia di halaman kantor Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Palangka Raya pada Minggu, 28 September 2025.

Andjar menambahkan, upaya vaksinasi tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan hewan pemerintah, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat melalui kader vaksinator swadaya. Kader ini telah terbentuk sejak tahun 2017 dan terus berkontribusi dalam pelayanan vaksinasi rabies secara mandiri di lingkungan masing-masing.

“Keterlibatan masyarakat sangat membantu mengatasi keterbatasan tenaga medis, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif terhadap bahaya rabies,” katanya.

Kader vaksinator swadaya yang tersebar di berbagai kelurahan dilatih untuk memberikan vaksinasi dasar dan edukasi kepada pemilik hewan peliharaan. Mereka menjadi ujung tombak dalam menjangkau populasi hewan pembawa rabies yang tidak terakses oleh layanan formal. Menurut Andjar, pendekatan berbasis komunitas ini terbukti efektif dalam menekan angka kasus rabies di Palangka Raya.

Pemerintah juga terus mendorong masyarakat untuk melaporkan kasus gigitan hewan dan segera membawa hewan peliharaan mereka ke fasilitas vaksinasi terdekat. Edukasi tentang rabies dan cara penanganan awal korban gigitan menjadi bagian dari kampanye kesehatan hewan yang digelar secara berkala oleh dinas terkait.

“Rabies adalah ancaman nyata, dan pencegahan melalui vaksinasi adalah langkah paling rasional dan murah,” tegas Andjar.

Dengan dukungan anggaran yang memadai dan partisipasi aktif masyarakat, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap dapat mempertahankan status wilayah bebas rabies dan memperkuat ketahanan kesehatan hewan secara berkelanjutan. Kegiatan vaksinasi tahun ini juga menjadi bagian dari peringatan Hari Rabies Sedunia yang mengusung tema “Bertindak Sekarang: Anda, Saya, Komunitas”. (TESTI PRISCILLA/j)