BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Kota Palangka Raya memberikan apresiasi tinggi kepada para kader vaksinator rabies yang telah berkontribusi menjaga kesehatan masyarakat melalui pelayanan vaksinasi hewan peliharaan. Dalam peringatan Hari Rabies Sedunia 2025, Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Palangka Raya, drg Andjar Hari Purnomo, menyampaikan penghargaan atas dedikasi para kader yang bekerja secara swadaya di berbagai wilayah kota.
“Atas nama Pemerintah Kota Palangka Raya, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader vaksinator rabies. Semoga mereka senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa dan apa yang mereka kerjakan bernilai pahala,” ujar Andjar dalam sambutannya di lokasi kegiatan vaksinasi rabies gratis, Minggu, 28 September 2025.
Andjar mengungkapkan bahwa sejak tahun 2018, kasus gigitan hewan pembawa rabies positif di Kota Palangka Raya berada di bawah dua digit, dan tidak ditemukan kasus rabies pada manusia. Hingga tahun 2025, kota ini mencatat nol kasus gigitan anjing positif rabies.
“Ini pencapaian yang patut kita syukuri bersama. Namun, kita tetap harus waspada dan berupaya mempertahankan capaian ini agar semakin baik ke depan,” katanya.
Kegiatan Hari Rabies Sedunia tahun ini tidak hanya menghadirkan layanan vaksinasi rabies gratis bagi hewan kesayangan, tetapi juga pemeriksaan kesehatan hewan dan kastrasi atau kebiri terhadap anjing dan kucing lokal. Layanan ini diberikan secara gratis dengan kuota terbatas sebagai bagian dari strategi pengendalian populasi hewan pembawa rabies.
Menurut Andjar, kastrasi hewan lokal menjadi langkah penting dalam menekan pertumbuhan populasi hewan liar yang berisiko menyebarkan rabies. Ia menekankan bahwa pendekatan terpadu antara vaksinasi, edukasi, dan pengendalian populasi merupakan kunci dalam menjaga status bebas rabies di Kota Palangka Raya.
Pemerintah Kota Palangka Raya berharap semangat kolaboratif antara dinas terkait, kader vaksinator, dan masyarakat dapat terus terjaga. Dengan dukungan semua pihak, kota ini optimistis mampu mempertahankan status nol kasus rabies dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengendalian penyakit zoonosis secara berkelanjutan. (TESTI PRISCILLA/j)









