BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Kementerian Koperasi (Seskemenkop) Ahmad Zabadi menegaskan pentingnya transformasi digital bagi pengelolaan Koperasi Desa Merah Putih.
Ia menjelaskan, koperasi ini merupakan implementasi instruksi Presiden Prabowo Subianto sejak 2019 dalam memperkuat ekonomi desa dan kelurahan melalui digitalisasi.
“Program strategis nasional ini akan mulai berjalan tahun 2026, dan kami di Kementerian Koperasi telah menyiapkan sistem digital SIMKOPDES sebagai pintu masuk pengajuan pembiayaan koperasi. Dana pembiayaan sudah tersedia, namun koperasi harus siap dengan proposal dan rencana bisnis yang baik,” kata Zabadi dalam keterangannya di Palangka Raya seperti dikutip Borneonews pada Senin, 29 September 2025.
Menurutnya, digitalisasi koperasi bukan lagi pilihan, tetapi keniscayaan agar tata kelola koperasi dapat berjalan transparan, akuntabel, dan profesional.
Ia juga menegaskan bahwa Koperasi Merah Putih hadir sebagai pusat layanan ekonomi, sosial, dan kesehatan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
“Koperasi harus mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal dengan tata kelola yang modern dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” tutup Zabadi.
Sementara itu, Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran menegaskan komitmen penuh dalam mendukung Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar utama penguatan ekonomi kerakyatan.
Agustiar menyampaikan bahwa koperasi ini merupakan bagian dari Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan melalui peran strategis koperasi desa dan kelurahan.
“Kehadiran Koperasi Merah Putih adalah bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan Falsafah Huma Betang tetap hidup dalam kehidupan masyarakat Kalimantan Tengah,” tegas Agustiar dalam keterangannya seperti dikutip Borneonews pada Senin, 29 September 2025. (HERMAWAN DP/j)









