PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Anggota DPRD Palangka Raya dari Komisi II, Khemal Nasery, mendesak agar kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa di Kota Palangka Raya segera dievaluasi secara menyeluruh. 

Ia menegaskan, dapur penyedia makanan yang diduga menjadi sumber masalah harus diberikan sanksi tegas, bahkan hingga proses pidana.

Menurut Khemal, kasus ini bukan hal sepele karena menyangkut keselamatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. “Saya minta supaya ini dievaluasi, dan dapur penyedia itu diberikan sanksi keras. Jangan hanya teguran, harus diproses secara pidana,” ucapnya, Senin, 29 September 2025.

Ia menilai, kejadian keracunan ini menjadi bukti lemahnya pengawasan terhadap penyedia makanan. Oleh karena itu, ia menuntut agar pemerintah kota dan aparat penegak hukum turun tangan untuk menelusuri penyebab pasti. 

“Apakah sausnya yang sudah kedaluwarsa, atau bahan makanannya yang tidak layak, ini harus diteliti secara detail,” katanya.

Khemal menambahkan, penyedia makanan di sekolah harus benar-benar profesional dan menjaga standar kebersihan serta kualitas bahan pangan. Jika terbukti lalai, selain kontraknya diputus, penyedia juga harus bertanggung jawab secara hukum.

“Kalau ada korban, jangan ada kompromi. Proses hukum harus jalan,” tegasnya.

Politisi Golkar yang dikenal vokal ini juga mengingatkan agar kasus tersebut dijadikan pelajaran penting untuk memperketat standar penyediaan makanan bergizi bagi siswa.

Menurutnya, program makan sehat dari pemerintah adalah niat baik, namun bisa ternodai jika dijalankan secara serampangan.

Ia meminta agar aparat kepolisian tidak menyepelekan kasus ini meski jumlah korban yang dilaporkan “hanya” puluhan.

“Jangan dianggap kecil, 27 anak itu banyak, dan bisa jadi jumlah sebenarnya lebih dari yang tercatat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya evaluasi total terhadap seluruh penyedia makanan di sekolah-sekolah. Dengan begitu, kejadian serupa bisa dicegah di kemudian hari. 

“Kalau tidak ada tindakan tegas, maka kasus seperti ini akan terus berulang,” tandasnya. (MARINI/H)