BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) memastikan akan menindaklanjuti dugaan beredarnya beras oplosan di wilayah setempat.
Dugaan ini sebelumnya mencuat setelah adanya laporan dari masyarakat terkait kualitas beras yang diragukan.
Kepala Disperindagkop UKM Kobar, Alfan Khusnaini melalui Kepala Bidang Perdagangan, Muhamad Suhendra menyampaikan, pihaknya akan segera turun ke lapangan untuk melakukan penelusuran, baik di pasar tradisional maupun minimarket.
“Baik, tentunya kami akan menindaklanjuti dugaan beras oplosan ini bersama dengan tim Satgas Pangan,” ujar Muhamad Suhendra saat dikonfirmasi, Senin, 29 September 2025.
Menurutnya, dugaan peredaran beras oplosan harus ditangani secara serius karena menyangkut kebutuhan pokok masyarakat. Ia mengatakan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kobar memiliki komitmen kuat dalam memastikan keamanan dan mutu pangan yang beredar di pasaran.
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah peduli dan melaporkan adanya indikasi tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting dalam upaya menjaga kualitas bahan makanan di Bumi Marunting Batu Aji.
“Tentunya kami sangat mengapresiasi sekali dan berterima kasih kepada masyarakat karena telah membantu kami mengawasi kualitas dan kuantitas bahan makanan yang ada di Kotawaringin Barat,” ucapnya.
Disperindagkop UKM Kobar juga menegaskan bahwa upaya pengawasan tidak hanya dilakukan secara reaktif setelah adanya laporan, tetapi juga melalui pemantauan rutin. Hal ini bertujuan agar peredaran pangan di pasaran tetap terjamin aman, layak konsumsi, dan sesuai standar yang berlaku.
Dengan adanya penelusuran lebih lanjut dari tim Satgas Pangan bersama Disperindagkop UKM, pemerintah daerah berharap ke depan masyarakat semakin terlindungi dari praktik perdagangan yang merugikan.
Selain itu, pemerintah mengajak seluruh elemen untuk terus berpartisipasi dalam mengawasi peredaran bahan pokok demi menciptakan rasa aman bagi konsumen. (NURITA/H)









