BORNEONEWS, Pangkalan Bun – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Kotawaringin Barat, Sri Lestari dorong adanya penambahan rute transportasi laut dan udara guna memperkuat konektivitas wilayah serta mempercepat distribusi logistik.
Menurut Sri Lestari Kabupaten Kobar memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Provinsi Kalimantan Tengah dari arah barat.
Keberadaan tiga moda transportasi, yaitu darat, laut, dan udara, membuat daerah ini menjadi simpul penting dalam pergerakan barang serta mobilitas masyarakat antar daerah.
"Akses logistik di Kalimantan Tengah banyak bergantung pada Kobar, baik melalui Pelabuhan Kumai, Bandara Iskandar, maupun jalur darat yang terkoneksi langsung dengan Kalimantan Barat," jelasnya.
Sri mengatakan walau infrastruktur transportasi di Kobar sudah cukup baik, namun masih ada ruang untuk pengembangan. Salah satu usulannya adalah pembukaan rute pelayaran langsung dari Pelabuhan Kumai menuju Tanjung Priok, Jakarta.
"Saat ini rute reguler hanya tersedia ke Semarang dan Surabaya. Jika ada pelayaran langsung ke Jakarta, distribusi komoditas akan lebih cepat dan efisien, serta dapat menekan biaya logistik," jelasnya.
Sri menjelaskan, pengiriman barang dari Jakarta ke Kobar saat ini harus melalui transit di Semarang. Dengan rute langsung, harga barang di pasaran diharapkan lebih stabil, sekaligus meningkatkan daya saing komoditas lokal.
Selain jalur laut, Sri Lestari juga menyoroti kapasitas penerbangan di Bandara Iskandar Pangkalan Bun yang melayani rute ke Jakarta, Surabaya, dan Semarang. Tingkat keterisian kursi disebutnya selalu tinggi, sehingga perlu ada langkah penambahan rute.
"Seluruh penerbangan hampir selalu penuh. Penambahan rute baru sangat dibutuhkan, terlebih Kobar juga menjadi destinasi wisata karena adanya Taman Nasional Tanjung Puting," jelasnya.
Sri mengatakan, Bandara Iskandar tidak hanya melayani warga Kobar, tetapi juga masyarakat dari kabupaten tetangga seperti Seruyan, Kotawaringin Timur, Lamandau, Sukamara, hingga sebagian wilayah Kalimantan Barat.
"Jika tren peningkatan penumpang terus berlanjut, perlu dilakukan kajian teknis untuk penambahan rute penerbangan agar kebutuhan transportasi benar-benar terpenuhi," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/R)









