BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Sejumlah warga di Kabupaten Kapuas menunjukkan rasa nasionalisme dan penghormatan mereka atas peringatan Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia atau G30S/PKI. Beberapa rumah warga secara sukarela dan atas inisiatif sendiri terlihat memasang Bendera Merah Putih setengah tiang sebagai tanda mengheningkan cipta dan mengenang tragedi bersejarah tersebut.
Aksi spontan ini menarik perhatian dan sempat menimbulkan sedikit kebingungan di antara beberapa warga lain. Namun, setelah mengingat kembali kalender, mereka menyadari bahwa hari itu adalah 30 September, tanggal yang setiap tahunnya diperingati sebagai pengingat akan peristiwa kelam Gerakan 30 September yang didalangi oleh Partai Komunis Indonesia.
"Baru sadar ternyata ini hari bersejarah G30S/PKI," ucap Murhami, warga Kapuas.
Salah seorang warga Kapuas lainnya menyampaikan pandangannya mengenai aksi tersebut.
"Iya, kita tidak ikut berjuang, menghormati dan mengenang jasa-jasa para pejuang bangsa yang sudah berjuang untuk bangsa dan negara ini, wajar saja kan," ungkapnya.
Pemasangan bendera setengah tiang pada 30 September adalah bentuk tradisi dan kepatuhan masyarakat terhadap imbauan pemerintah untuk berkabung.
Hal ini menjadi momentum bagi masyarakat Kapuas untuk merefleksikan kembali nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan membentengi diri dari ancaman ideologi yang bertentangan. (SABRIANOOR/j)









