PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sebanyak 27 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya, diduga mengalami gejala keracunan makanan usai mengonsumsi menu dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 4 September 2025.

Kepala SDN 3 Bukit Tunggal, Sujianto, membenarkan adanya kejadian tersebut. Menurutnya, pihak sekolah langsung mengambil tindakan cepat setelah mengetahui beberapa siswa mengalami gejala seperti mual dan muntah.

"SDN 3 Bukit Tunggal sudah menerima program MBG sejak 20 Agustus 2025. Namun, pada 4 September kemarin, ada kejadian di mana anak-anak mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi menu dari MBG," ujar Sujianto saat dikonfirmasi pada Selasa, 30 September 2025.

Menu yang diduga menjadi penyebab keracunan adalah burger yang berisi daun selada, saus, roti, dan timun, serta buah pendamping berupa semangka. Pihak sekolah menduga ada salah satu bahan makanan yang kurang segar atau terkontaminasi.

"Tercatat ada 26 siswa yang menunjukkan gejala saat itu, dan keesokan harinya ada satu siswa lagi yang mengalami pusing, mual, dan muntah, sehingga dibawa ke Rumah Sakit Pambelum oleh orang tuanya untuk mendapat penanganan medis," tambahnya.

Menindaklanjuti insiden tersebut, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan penyedia makanan MBG, yakni Dapur SPPG. Sebagai penanganan awal di lokasi, pihak sekolah memberikan susu beruang kepada siswa-siswa yang terdampak untuk membantu menetralisir gejala.

"Kami berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Kami juga sudah sepakat dengan pihak SPPG agar ke depan mereka lebih berhati-hati dalam menyiapkan makanan untuk siswa," tegas Sujianto.

Selain itu, sekolah juga telah melaporkan kejadian ini secara resmi kepada Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya sehari setelah insiden terjadi.

"Sehari setelah kejadian tersebut, kami sudah melaporkan insiden gejala keracunan itu kepada Dinas Pendidikan melalui Kabidnya," pungkasnya.

Sebelumnya, Koordinator Wilayah (Koorwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Palangka Raya, Nur Izzah Dinillah, membantah kabar keracunan massal tersebut. 

Pihaknya setelah melakukan koordinasi langsung dengan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta pihak sekolah terkait, BGN menyatakan bahwa informasi yang beredar tidak sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

Nur Izzah Dinillah menjamin kepada masyarakat bahwa seluruh bahan baku dan proses pengolahan menu MBG, termasuk saus dan semua komponen pelengkap, telah melalui pemeriksaan Quality Control (QC) yang sangat ketat.

"Kami menegaskan tidak ada bahan baku, apalagi saus yang kedaluwarsa, yang lolos dalam rantai distribusi program," katanya, Senin, 29 September 2025.

BGN Palangka Raya juga memohon agar masyarakat dapat tetap tenang dan hanya merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh BGN atau instansi pemerintah.

"Saya menekankan bahwa integritas dan keamanan gizi anak-anak adalah prioritas tertinggi dalam pelaksanaan program ini," pungkasnya. (PATHUR/j)