PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melaksanakan Rapat Pimpinan Tim Evaluasi Pengawasan Realisasi Anggaran (TEPRA) Triwulan III Tahun 2025. Kegiatan berlangsung di Aula Banama Tingang, Selasa, 30 September 2025.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Pulang Pisau, staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, serta para camat dari delapan kecamatan.

Sekretaris Daerah Pulang Pisau, Tony Harisinta, mewakili Bupati Ahmad Rifa’i, menyampaikan bahwa rapat pimpinan ini digelar sebagai bentuk evaluasi kinerja perangkat daerah dalam melaksanakan program dan kegiatan pembangunan.

“Evaluasi ini mencakup realisasi pendapatan asli daerah, belanja daerah, serta konsistensi antara perencanaan, pelaksanaan, dan capaian pembangunan sampai dengan 31 Agustus 2025,” kata Tony.

Menurutnya, forum ini menjadi sarana untuk menilai sejauh mana capaian kinerja pembangunan telah sesuai dengan target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2025, sekaligus menjadi dasar penyusunan rencana kerja pembangunan tahun 2026.

“Ada beberapa hal yang menjadi perhatian saya dan perlu ditindaklanjuti bersama, di antaranya optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Perangkat daerah harus mengambil langkah strategis untuk meningkatkan PAD agar pembangunan dapat dibiayai secara mandiri dan berkelanjutan,” tutur Tony.

Ia melanjutkan, efisiensi belanja daerah juga harus diperhatikan. Belanja wajib disesuaikan dengan skala prioritas dan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Selain itu, percepatan pelaksanaan program juga menjadi hal penting.

Tony menegaskan, perangkat daerah dan kecamatan diminta segera melaksanakan program dan kegiatan, terutama pembangunan fisik, dengan memperhatikan kondisi cuaca serta aturan yang berlaku.

“Menjaga stabilitas dan keamanan juga sangat penting. Kondisi aman dan kondusif menjadi syarat utama agar pembangunan dapat berjalan lancar. Oleh karena itu, sinergi seluruh pihak sangat diperlukan. Selain itu, penguatan budaya kerja juga harus dilakukan. Aparatur dituntut untuk lebih disiplin, transparan, dan akuntabel agar terhindar dari temuan pemeriksaan serta dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Tony berharap rapat evaluasi ini menghasilkan rekomendasi yang dapat memperbaiki kualitas perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di tahun mendatang.

“Mari kita bersama-sama menjaga komitmen, sinergi, dan konsistensi agar target pembangunan Kabupaten Pulang Pisau dapat tercapai,” pungkasnya. (RETHA/j)