BORNEONEWS, Palangka Raya - Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga eksistensi bahasa Indonesia melalui kegiatan Audiensi dan Sosialisasi Pembinaan Lembaga di Kabupaten Katingan. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 22 hingga 23 September 2025.
Tim Balai Bahasa yang beranggotakan tiga orang menyambangi tujuh instansi pemerintahan daerah, termasuk Sekretariat Daerah dan Dinas Pendidikan.
"Kunjungan ini bertujuan untuk menyampaikan pentingnya pengutamaan bahasa Indonesia sebagai bahasa negara dalam ruang publik dan dokumen resmi," kata Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah, Sukardi Gau pada Selasa, 30 September 2025.
Audiensi dilakukan secara langsung dengan pimpinan dan perwakilan lembaga, membahas strategi pembinaan serta sosialisasi penggunaan bahasa Indonesia yang sesuai kaidah. Tim juga mengajak setiap instansi untuk berperan aktif dalam menjaga kualitas bahasa di lingkungan kerja dan pelayanan publik.
Sebagai bagian dari kegiatan, tim Balai Bahasa melakukan pendokumentasian terhadap berbagai media lanskap yang memuat teks publik, seperti papan nama, baliho, dan spanduk. Dokumentasi ini menjadi dasar untuk pemetaan dan pembinaan lanjutan terhadap penggunaan bahasa negara.
"Kegiatan ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengandung nilai kebangsaan yang mendalam," katanya.
Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara memiliki fungsi strategis dalam memperkuat identitas nasional, membangun komunikasi yang efektif, dan menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Melalui audiensi ini, Balai Bahasa berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif di kalangan aparatur pemerintah daerah untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai prioritas utama dalam komunikasi publik.
"Konsistensi ini menjadi bagian dari upaya membangun pemerintahan yang inklusif, berbudaya, dan berwawasan kebangsaan," terang Sukardi. (TESTI PRISCILLA/j)









