BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam rangka mendukung visi Indonesia Emas 2045, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK Provinsi Kalimantan Tengah menegaskan pentingnya pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Hal ini disampaikan oleh Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, yang diwakili oleh Asisten Direktur Senior OJK, Andrianto Suhada, dalam kegiatan talkshow bertema Penguatan Ekonomi Daerah Berbasis Lokal dan Kearifan Komunitas.
Dalam paparannya, Andrianto menjelaskan bahwa transformasi ekonomi menjadi kunci utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
"Salah satu strategi yang diusung adalah mendorong hilirisasi sumber daya alam unggulan serta peningkatan produktivitas secara masif, khususnya di sektor-sektor yang memiliki potensi lokal yang kuat," kata Andrianto dalam rilisnya pada Selasa, 30 September 2025.
OJK Kalteng juga menegaskan komitmennya melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah atau TPAKD untuk memperluas akses keuangan di wilayah Kalimantan Tengah. Dengan keterlibatan aktif Lembaga Jasa Keuangan, diharapkan tercipta ekosistem ekonomi yang lebih inklusif dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, Andrianto menekankan pentingnya sinergi pentahelix antara Pemerintah Daerah, Akademisi, Media, Komunitas, dan Lembaga Jasa Keuangan. Kolaborasi ini dinilai sebagai fondasi strategis dalam pengembangan ekonomi daerah yang berkelanjutan, terutama dengan fokus pada ekonomi hijau yang ramah lingkungan dan berbasis kearifan lokal.
"Kalimantan Tengah dinilai memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi hijau, mulai dari sektor pertanian, kehutanan, hingga energi terbarukan," tuturnya.
Dengan pendekatan yang inklusif dan kolaboratif, OJK berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang tidak hanya kuat secara angka, tetapi juga adil dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif yang berlangsung hangat. Para peserta, yang terdiri dari akademisi, pelaku usaha, dan komunitas lokal, secara antusias mengajukan pertanyaan seputar strategi peningkatan ekonomi berbasis lokal serta peran pemerintah dan regulator dalam mendukung pembangunan ekonomi di Kalimantan Tengah.(TESTI PRISCILLA/j)









