PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menyebut falsafah Huma Betang sebagai landasan penting dalam menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman etnis dan budaya di daerahnya.

“Kalimantan Tengah adalah provinsi dengan kekayaan alam yang melimpah, serta dihuni masyarakat dengan latar belakang suku dan budaya yang beragam namun hidup rukun di bawah falsafah Huma Betang,” ujar Agustiar Sabran di Palangka Raya, seperti dikutip Borneonews pada Selasa, 30 September 2025.

Menurutnya, keharmonisan sosial ini menjadi fondasi kuat dalam mendukung pembangunan, termasuk di sektor pertanian dan pangan.

Gubernur menegaskan bahwa pembangunan pertanian tidak hanya terkait produksi, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan menyatakan pihaknya datang untuk memastikan program pengelolaan hutan dan pertanian berjalan sesuai arah pembangunan nasional.

“Komisi IV datang untuk melihat secara langsung perkembangan di lapangan, terutama menyangkut penataan kawasan hutan, sekaligus mendorong pemanfaatan potensi pertanian yang ada di Kalimantan Tengah,” tegas Ahmad Yohan. (HERMAWAN DP/y)