BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyatakan bahwa pengembangan Kawasan Perkotaan Nanga Bulik akan diarahkan berbasis perdagangan dan jasa yang didukung agroindustri, terutama pengolahan kelapa sawit.
Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor di Jakarta pada senin, 29 September 2025.
Rakor yang diselenggarakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang diajukan oleh pemerintah daerah. Agenda ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri ATR/Kepala BPN Nomor 11 Tahun 2021.
Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra memaparkan RDTR Kawasan Perkotaan Nanga Bulik Tahun 2025-2045. Ia menjelaskan bahwa pengembangan kota akan mengutamakan prinsip aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan.
"Pengembangan Kawasan Perkotaan Nanga Bulik kami arahkan berbasis perdagangan dan jasa yang didukung agroindustri, terutama pengolahan kelapa sawit, dengan prinsip aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan," ungkap Bupati, Selasa 30 september 2025.
Bupati menambahkan bahwa rakor ini menjadi wadah untuk memperoleh masukan dari kementerian dan lembaga terkait demi penyempurnaan dokumen RDTR Nanga Bulik sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah.
"Rapat RDTR berjalan baik. Semoga tata ruang kota kita lebih teratur, mengutamakan fungsi lingkungan, dan membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat," jelasnya.
Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Lamandau berharap agar RDTR Nanga Bulik dapat segera disahkan dan menjadi acuan dalam pembangunan kota yang lebih baik di masa depan. (NATALIA KRISTIN/H)









