BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Komisi III DPRD Palangka Raya, Rana Muthia Oktari, menyampaikan keprihatinannya terkait kasus keracunan makanan yang dialami puluhan siswa di sejumlah sekolah.
Ia menegaskan perlunya langkah cepat dan menyeluruh agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.
“Saya dari Komisi III tentu menyampaikan keprihatinan yang mendalam, turut sedih karena banyak sekali berita anak-anak yang keracunan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, 30 September 2025.
Menurutnya, kejadian ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak, khususnya pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan. Rana meminta agar ada langkah investigasi menyeluruh terkait penyebab keracunan, termasuk pemeriksaan terhadap makanan dan minuman yang dikonsumsi siswa pada hari kejadian.
“Pemeriksaan laboratorium untuk sampel saus dan makanan harus segera dilakukan. Jangan hanya menghentikan pada dugaan, tapi harus dibuktikan secara ilmiah,” tegasnya.
Selain itu, Rana menekankan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap standar dapur dan penerapan SOP di seluruh penyedia makanan sekolah (SPPG). Menurutnya, pengawasan terhadap higienitas dan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak tidak boleh dianggap remeh.
Ia juga meminta agar pemerintah daerah memperkuat regulasi dan sistem pengawasan. Hal ini penting untuk memastikan setiap penyedia makanan sekolah memiliki standar mutu yang jelas dan memenuhi syarat kesehatan.
“Kejadian ini jangan dianggap insiden biasa. Anak-anak adalah generasi masa depan kita. Jika hal ini terus berulang, tentu akan berdampak buruk pada kesehatan mereka,” tambahnya.
Rana menegaskan, Komisi III DPRD Palangka Raya akan terus mengawal kasus ini hingga ada kepastian dan langkah nyata dari pihak berwenang. Ia berharap hasil investigasi dapat segera disampaikan kepada publik, sekaligus menjadi dasar perbaikan sistem penyediaan makanan di sekolah-sekolah. (MARINI/H)









