KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, Hamidhan menekankan pentingnya pengelolaan masjid yang tidak hanya terfokus pada fungsi ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat dan pengembangan ekonomi berbasis keumatan. 

Hal tersebut turut disampaikannya saat memaparkan materi bertajuk Penguatan Manajemen Masjid dalam kegiatan Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) Tahun 2025. 

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan umat, ekonomi keumatan, dan pemberdayaan masyarakat. Maka, pengurus BKM perlu terus dibekali dengan wawasan dan kemampuan manajerial,” ungkap Hamidhan, Rabu, 1 Oktober 2025.

Melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam menyelenggarakan kegiatan Revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM) 2025.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Kemenag Kapuas pada Selasa kemarin tersebut diikuti oleh 50 peserta yang merupakan perwakilan dari 10 pengurus BKM Kecamatan. Setiap kecamatan mengirimkan lima orang peserta.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program penguatan kelembagaan masjid agar lebih berdaya dan adaptif terhadap dinamika sosial keagamaan di masyarakat

Selain Kepala Kemenag, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kapuas, KH. Ahmad Mujahidin, turut memberikan materi dengan tema Penguatan Masjid sebagai Pusat Ibadah, Ekonomi, dan Sosial yang Moderat dan Profesional.

“Masjid harus menjadi pusat yang menyejukkan, menjembatani semua golongan, dan mampu menjawab tantangan zaman, termasuk dalam aspek sosial dan ekonomi umat,” jelasnya. (SABRIANOOR/R)