JAKARTA –

BORNEONEWS, New York - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terus berkomunikasi dengan pemerintah AS terkait rencana Presiden Donald Trump untuk perdamaian di Jalur Gaza, kata juru bicara PBB Farhan Haq pada Selasa 30 September 2025.

"Saya yakin kami telah berkomunikasi dengan AS selama proses ini (rencana perdamaian Gaza oleh Presiden AS Trump), tetapi saya belum bisa mengumumkan apapun," kata Haq saat pengarahan PBB.

Sebelumnya pada Selasa, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Trump untuk mengamankan gencatan senjata di Gaza.

Pada Senin, Trump meluncurkan rencana 20 poin untuk menyelesaikan konflik Gaza. Usulan tersebut antara lain menyerukan gencatan senjata segera dan pembebasan sandera dalam waktu 72 jam.

Sumber: Sputnik-OANA/ANTARA