PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya bekerja sama dengan Inspektorat Kota Palangka Raya menggelar pendidikan anti korupsi bagi siswa tingkat SD dan SMP.

Kepala Dinas Pendidikan Palangka Raya, Jayani, melalui Kepala Bidang Pembinaan SMP Muhamad Aswani, mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan agar siswa memahami bahaya korupsi dan berkomitmen untuk menolaknya, serta memiliki karakter anti-korupsi yang kuat sebagai bekal masa depan mereka.

"Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai integritas seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab sejak dini melalui metode pembelajaran aktif seperti simulasi, studi kasus, dan permainan edukatif," ungkap Aswani, Rabu, 1 Oktober 2025.

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Gazebo SMPN 2 Palangka Raya ini diikuti oleh 150 siswa, terdiri dari 100 siswa dari 10 SMP dan 50 siswa dari 10 SD, didampingi oleh guru masing-masing sekolah. Narasumber pada kegiatan ini adalah auditor dari Inspektorat Kota Palangka Raya.

Inspektur Kota Palangka Raya, Hambali, membuka kegiatan ini dengan menyampaikan bahwa tujuan pendidikan anti korupsi adalah untuk membentuk karakter, yaitu menanamkan nilai-nilai dan etika anti-korupsi agar siswa tumbuh menjadi individu yang jujur dan bertanggung jawab.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan integritas, yaitu mengasah dan memperkuat idealisme serta integritas generasi muda terhadap korupsi, dengan menanamkan kesadaran sejak dini.

Aswani menyambut baik kegiatan ini sebagai wujud kolaborasi dalam memberantas korupsi melalui pengenalan sejak dini akan pencegahan tindak korupsi kepada siswa SD dan SMP.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan tujuan pendidikan dalam membentuk profil Pelajar Pancasila yang menghasilkan peserta didik yang unggul secara holistik, memiliki karakter Pancasila, dan mampu menjawab tantangan masa depan.

"Kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi dari 7 kebiasaan anak Indonesia hebat, salah satunya dalam gemar belajar dan bermasyarakat, yaitu melalui pendidikan karakter anti korupsi," pungkasnya. (PATHUR/j)