BORNEONEWS, Tamiang Layang – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Barito Timur terus berupaya meningkatkan kinerja penyuluh pertanian melalui penerapan aplikasi Lapor Cepat Penyuluh (LCP) 2.0. Inovasi digital ini diharapkan mampu mempercepat, menertibkan, sekaligus mempermudah sistem pelaporan penyuluh di lapangan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPKP Barito Timur, Misnohartaku, menegaskan bahwa digitalisasi pelaporan menjadi kebutuhan mendesak di era sekarang.
“Kami berharap ke depan terbangun ekosistem pelaporan penyuluh pertanian yang berkelanjutan, efektif, dan bisa menjadi rujukan praktik baik di tingkat daerah,” ujarnya kepada wartawan usai memimpin Rakor Penyuluh Pertanian, Rabu, 1 Oktober 2025.
Sebelum Rakor, rangkaian sosialisasi penggunaan aplikasi LCP 2.0 telah dilakukan secara bergilir di lima Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), yakni Kecamatan Patangkep Tutui, Raren Batuah, Dusun Tengah, Karusen Janang dan Kecamatan Paku. Sosialisasi dipimpin oleh Kepala Bidang Penyuluhan dan Pengembangan SDM, Rainhard Parlindungan, bersama Tim Efektif Aksi Perubahan, Koordinator Jabatan Fungsional (KJF) Kabupaten, serta para Koordinator BPP.
Dalam kegiatan itu, penyuluh dibekali pemahaman teknis penggunaan LCP 2.0, yang dilanjutkan dengan diskusi interaktif.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap penyuluh di wilayah binaannya mampu mengoperasikan sistem ini dengan baik, sehingga laporan dapat tersampaikan secara cepat, akurat, dan tepat waktu,” terang Misnohartaku.
Puncak kegiatan dilaksanakan melalui Rapat Koordinasi Penyuluh Pertanian se-Barito Timur di Aula DPKP. Rakor ini dihadiri oleh Kepala Dinas, Sekretaris Dinas, para kepala bidang, koordinator KJF Kabupaten, koordinator 10 BPP, serta seluruh penyuluh pertanian.
Menurut Misnohartaku, sistem pelaporan berbasis digital ini akan memperkuat transparansi dan mendukung pengambilan kebijakan pembangunan pertanian yang lebih tepat sasaran.
“Dengan adanya aplikasi ini, laporan tidak hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi data penting untuk perencanaan program pertanian di Barito Timur,” tandasnya. (AGUSTINUS BOLE MALO/y)









