BORNEONEWS, Sampit – Anggota DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Angga Aditya Nugraha mendorong pemerintah daerah menyediakan fasilitas memadai untuk atlet balap di daerah ini.
Ia berharap, pemerintah daerah membangun fasilitas berupa halaman multifungsi yang bisa digunakan untuk berbagai kegiatan besar salah satunya untuk penunjang latihan atlet balap.
“Ini semacam tempat multifungsi yang halamannya luas seperti di Jogjakarta. Tempat itu nanti bisa digunakan untuk konser, pasar UMKM, sampai disulap menjadi sirkuit balap. Selama ini kegiatan seperti konser digelar di stadion 29 Nopember dikhawatirkan fasilitas daerah bisa rusak, seperti rumput dan pagar, karena stadion memang tempat olahraga, bukan tempat event hiburan,” kata Angga, Rabu, 1 Oktober 2025.
Angga menekankan, keberadaan halaman multifungsi penting bagi para atlet, khususnya cabang olahraga balap motor. Selama ini, ruang latihan mereka di Stadion 29 November dan area milik Dinas Perhubungan Kotim dengan keadaan terbatas.
“Kalau ada fasilitas multifungsi, event balap resmi bisa diselenggarakan lebih nyaman. Atlet kita juga punya tempat latihan yang memadai,” ujarnya.
Lanjutnya, tak hanya memenuhi kebutuhan tempat latihan atlet balap, fasilitas ini dinilai penting untuk mengurangi risiko kerusakan Stadion 29 Nopember. Sebab selama event besar seperti konser masih memanfaatkan stadion satu-satunya di Kotim tersebut. Sehingga fasilitas olahraga rawan rusak, misalnya rumput yang diinjak banyak orang dan pagar.
Ia mengatakan, fasilitas tersebut juga dipercaya mendukung perputaran ekonomi masyarakat. Ia menilai selama ini Kotim masih minim menggelar event berskala besar karena keterbatasan fasilitas penunjang. Akibatnya, perputaran ekonomi daerah belum optimal.
Selain halaman multifungsi, dirinya juga mendukung rencana pemerintah daerah untuk membangun gedung pertemuan dalam satu area tersebut. Angga menilai, keberadaan gedung ini dapat memberi manfaat ekonomi bagi daerah karena bisa disewakan untuk acara pernikahan maupun kegiatan masyarakat lainnya.
“Gedung pertemuan ini juga bisa menjadi pemasukan PAD. Jadi bukan hanya bermanfaat untuk olahraga dan hiburan, tapi juga untuk kegiatan masyarakat maupun organisasi,” tandasnya.
Namun, rencana tersebut masih terkendala kondisi keuangan daerah. Menurut Angga, pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) yang cukup besar membuat pemerintah harus meninjau ulang rencana pembangunan fasilitas ini. Padahal dari segi kebermanfaatannya cukup besar. (DEWI PATMALASARI/H)









