BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Plh. Sekda Seruyan, dr. Bahrun Abbas membuka Pertemuan Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang digelar, Rabu, 1 Oktober 2025.
Dalam arahannya, Plh. Sekda menegaskan bahwa penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria masih menjadi masalah kesehatan serius di Seruyan.
Data Dinas Kesehatan Seruyan menunjukkan hingga 2025 terdapat 53 kasus DBD, angka yang jauh menurun dibandingkan 2024 sebanyak 366 kasus.
Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, terlebih dengan adanya kasus malaria impor sebanyak 5 orang yang tersebar di beberapa puskesmas.
“Dari tahun ke tahun kasus malaria impor menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama lintas sektor dan lintas program untuk menekan angka kesakitan dan kematian akibat malaria maupun DBD,” tegasnya.
Selain penyakit menular, Plh. Sekda juga menyoroti penyakit tidak menular yang terus meningkat dan berpotensi menyebabkan kematian.
Ia menilai penanganan penyakit tidak menular sama pentingnya dengan penyakit menular karena berdampak luas, tidak hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga sosial dan ekonomi masyarakat.
Bahrun mengajak kepala puskesmas maupun camat selaku pimpinan wilayah untuk berkomitmen dan berupaya maksimal dalam melaksanakan program penanggulangan penyakit di wilayah kerjanya.
"Mari kita bersinergi untuk meningkatkan mutu, transparansi, akuntabilitas, serta efektivitas pelaksanaan program kesehatan,” tandasnya. (FAHRUL/R)









