SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur (Kotim) memulai langkah awal dengan fokus pada sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba di berbagai kalangan masyarakat.

“Tindakan jangka pendek kami adalah pencegahan. Kami akan melakukan sosialisasi bahaya narkotika kepada pelajar, mahasiswa, masyarakat, dan semua kalangan. Jangan sampai mereka yang masih bersih terjerumus menjadi pemakai, korban, atau pengedar,” kata Kepala BNNK Kotim, AKBP Muhamad Fadli, Kamis, 2 Oktober 2025.

Kotim mendapat perhatian serius terkait kasus narkotika, baik di tingkat Polda Kalteng maupun BNN Pusat. Deputi Pemberantasan BNN RI bahkan memberikan amanat khusus agar BNNK Kotim segera membuat gebrakan nyata.

“Kami diminta dalam 1 bulan harus ada gerakan nyata. Mereka yang sudah terlanjur terpapar akan kami arahkan ke rehabilitasi, sementara pencegahan difokuskan pada yang masih bersih,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada Rabu, 1 Oktober 2025, Pemerintah Kabupaten Kotim telah menyerahkan aset berupa kantor, mobil, dan perlengkapan kerja kepada BNNK Kotim. Penyerahan ini menjadi tanda dimulainya operasional penuh lembaga tersebut di daerah.

“Dengan adanya serah terima aset, artinya kita sudah diberikan kewenangan penuh oleh Pemkab Kotim,” ujar Fadli.

Dalam tahap awal, BNNK Kotim melakukan konsolidasi internal, pembentukan struktur kerja. (DEWI PATMALASARI/R)