KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kebijakan internal yang diambil oleh Cinema XXI untuk mengakomodasi karyawati muslimah mengenakan jilbab terus mendapat sambutan positif dari masyarakat luas.

Langkah ini diapresiasi sebagai bentuk komitmen perusahaan terhadap nilai-nilai keberagaman dan kenyamanan, yang secara tidak langsung turut menjadikan Cinema XXI kembali menjadi salah satu opsi hiburan yang diminati banyak keluarga dan kalangan.

Seiring dengan kembalinya gairah penonton ke bioskop, sejumlah pengunjung setia dan pelanggan lama menyampaikan aspirasi mereka terkait mekanisme pembayaran tiket.

Aspirasi ini muncul di tengah kebiasaan yang semakin didorong untuk menggunakan sistem pembayaran cashless atau non-tunai, yang sudah lama diterapkan oleh jaringan bioskop tersebut.

Melalui berbagai platform media sosial dan kolom komentar, banyak penonton yang mengungkapkan kerinduan dan kebutuhan mereka akan opsi pembayaran secara tunai (cash) seperti yang pernah berlaku di masa lalu. Permintaan ini menyusul kesulitan teknis dan praktis yang dihadapi sebagian pengunjung di lapangan.

Salah satu keluhan utama yang disuarakan penonton adalah keterbatasan dalam menggunakan transaksi digital, khususnya bagi mereka yang tinggal jauh dari lokasi pusat kota atau memiliki keterbatasan akses digital. 

"Plisss kembalikan kebijakan pesan tiket langsung bisa bayar cash," ungkap Nazia, salah satu warga Kapuas, Kamis, 2 Oktober 2025.

Aspirasi ini menunjukkan bahwa tidak semua segmen masyarakat memiliki kesiapan dan kemudahan akses yang sama terhadap dompet digital atau layanan perbankan seluler. 

Bahkan, beberapa komentar secara lugas menyatakan, "Cuma tidak bisa bayar cash jika ingin nonton disitu. Apa kabar kita yang gaptek ?" pungkas Akbar, warga Kapuas lainnya.

Fenomena ini menggarisbawahi pentingnya fleksibilitas dalam layanan pelanggan, terutama di industri hiburan yang bersifat massal.

Pembayaran cash dianggap sebagai solusi inklusif yang menjangkau seluruh lapisan usia dan tingkat literasi digital, memastikan bahwa kemudahan menonton film tersedia bagi semua kalangan tanpa terkecuali.

Para pengunjung setia berharap manajemen Cinema XXI dapat mempertimbangkan kembali kebijakan pembayaran tersebut. Jika kebijakan tunai dapat diaktifkan kembali, setidaknya sebagai salah satu pilihan, hal ini dinilai akan semakin memperkuat citra positif bioskop dan memastikan bahwa kenyamanan yang sudah mereka rasakan dari kebijakan akomodatif lainnya dapat dilengkapi dengan kemudahan transaksi yang merata. (SABRIANOOR/R)