SAMPIT –

BORNEONEWS, Seruyan – Warga Desa Segintung, Kabupaten Seruyan, dikejutkan dengan penemuan bangkai seekor buaya berukuran besar di tepian Muara Sungai Tulis, Rabu, 1 Oktober 2025. Satwa liar tersebut diduga sudah mati beberapa hari sebelum akhirnya terbawa arus hingga ke daratan.

“Dari rekaman video yang kami terima, panjang buaya diperkirakan mencapai 5 meter. Lokasi Sungai Tulis ini juga masuk dalam kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP),” kata Komandan BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, Kamis, 2 Oktober 2025.

Bangkai buaya sempat terlihat mengapung di sungai. Kondisinya sudah membengkak karena lama terendam air serta terpapar teriknya matahari.

Temuan itu sontak menarik perhatian masyarakat sekitar yang berbondong-bondong melihat langsung, bahkan sebagian mengabadikannya melalui ponsel.

Sejumlah warga menduga buaya tersebut mati karena faktor usia atau persaingan dengan buaya lain di habitatnya. Meski begitu, kemungkinan penyebab lain juga tidak bisa dikesampingkan dan masih perlu kajian lebih lanjut.

Peristiwa ini menambah catatan dinamika satwa liar di Seruyan. Ukuran buaya yang tidak biasa membuat kejadian tersebut viral di media sosial.

Muriansyah mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati ketika beraktivitas di sungai. Sungai Tulis memang dikenal sebagai salah satu habitat buaya muara yang cukup padat populasinya.

“Kami mengimbau warga selalu waspada saat mencari ikan maupun melintas menggunakan perahu di sekitar Sungai Tulis. Kawasan ini sejak lama menjadi habitat alami buaya,” tandasnya. (DEWI PATMALASARI/R)