BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kapuas telah memaparkan kondisi pengelolaan sampah di Kalimantan Tengah yang masih jauh dari kata ideal.
Padahal, Pemerintah Pusat telah menetapkan target ambisius, yaitu mencapai 51,21 persen sampah terkelola pada tahun 2025 dan bahkan 100 persen pada tahun 2029. Kesenjangan antara kondisi saat ini dan target nasional ini memerlukan strategi dan tindakan bersama yang sangat mendesak.
Menanggali hal ini, Sekda Kapuas, Usis I. Sangkai, menekankan bahwa kondisi ini tidak bisa diatasi dengan cara-cara lama. Ia menegaskan perlunya kolaborasi lintas sektor yang kuat, mulai dari tingkat kabupaten hingga desa, agar target ambisius tersebut dapat dicapai.
"Target 100 persen pengelolaan sampah di 2029 adalah tantangan besar yang membutuhkan komitmen penuh dari semua stakeholder di Kapuas," ungkapnya, Kamis, 2 September 2025.
Pemkab Kapuas telah menggelar rapat koordinasi penting membahas akselerasi pengelolaan sampah di daerah pada Rabu kemarin.
Dalam rapat tersebut, Usis juga mengarahkan agar pola sosialisasi pengelolaan sampah diubah menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, sosialisasi tidak harus selalu dilakukan melalui pertemuan besar yang formal.
"Melakukan sosialisasi tidak harus selalu mengumpulkan orang, bisa juga turun ke lapangan dengan berkoordinasi bersama camat dan lurah. Itu justru lebih efektif," jelas Sekda.
Pendekatan door-to-door atau sosialisasi di tingkat komunitas kecil dinilai dapat menyentuh langsung kesadaran masyarakat.
Selain perubahan strategi sosialisasi, Sekda juga menginstruksikan DLHK untuk memfasilitasi penyediaan kendaraan roda tiga (tosa) bagi setiap kelurahan.
Fasilitas ini diharapkan dapat membantu pengangkutan sampah dari lingkungan masyarakat ke lokasi penampungan sementara yang telah ditetapkan, guna memastikan proses pengelolaan sampah dari sumber dapat berjalan lebih lancar dan berkesinambungan. (SABRIANOOR/R)








