BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Pemerintah Kabupaten Kapuas, dalam rapat koordinasi pengelolaan sampah yang berlangsung Rabu kemarin telah berfokus pada pentingnya peran aktif masyarakat dalam menanggulangi masalah sampah.
Asisten II Setda Kapuas, Kusmiatie, secara tegas menyoroti perlunya memberikan penghargaan kepada individu atau kelompok masyarakat yang secara aktif terlibat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.
Kusmiatie menekankan bahwa sudah saatnya pemerintah daerah mengubah pendekatan. Masyarakat yang melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah tidak seharusnya hanya dianggap sebagai objek penyuluhan, tetapi sebagai subjek aktif yang berhak mendapatkan apresiasi.
"Pelaku masyarakat yang melaksanakan pemilahan dan pengelolaan sampah juga layak diberikan penghargaan, bukan hanya insentif untuk petugas penyuluhan," ucapnya.
Pernyataan ini menggarisbawahi upaya Pemkab Kapuas untuk menumbuhkan budaya bertanggung jawab terhadap sampah melalui skema reward atau apresiasi, bukan hanya sanksi.
Dengan adanya penghargaan, diharapkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah rumah tangga, seperti organik dan anorganik, dapat meningkat secara signifikan.
Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekda Kapuas Usis I. Sangkai dan dihadiri pimpinan OPD hingga kepala desa tersebut menjadi wadah penting untuk mendiskusikan berbagai masukan teknis. Para kepala OPD, camat, lurah, dan kepala desa di Kecamatan Selat memanfaatkan kesempatan untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Para kepala OPD dan stakeholder di lini depan (camat, lurah, kades) dituntut untuk tidak bekerja secara parsial. Masalah sampah membutuhkan penanganan terintegrasi, yang mana kesuksesan program di tingkat kabupaten sangat bergantung pada efektivitas pelaksanaan di tingkat desa dan kelurahan, terutama terkait pemilahan di sumber. (SABRIANOOR/R)








