BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya sukses menggelar Festival Literasi Tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 3 Oktober 2025 ini bertujuan untuk menumbuhkan minat baca, budaya literasi, serta mengidentifikasi bakat dan potensi peserta didik dalam bidang literasi, inovasi, dan kreativitas.
Festival yang bertemakan buku dan Literasi di Lingkungan Sekolah ini dilaksanakan di berbagai lokasi di SMPN 2 Palangka Raya, meliputi Ruang Gazebo, Ruang Multimedia, dan Ruang Perpustakaan.
Sebanyak 34 peserta dari berbagai SMP di Kota Palangka Raya berpartisipasi dalam tiga kategori lomba, yaitu Lomba Duta Baca (13 peserta), Lomba Inovasi (7 peserta), dan Lomba Video Reels (14 peserta).
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Muhammad Aswani, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan wadah untuk memfasilitasi minat dan bakat siswa serta guru (tenaga perpustakaan) dalam pengembangan kompetensi literasi dan minat baca.
"Termasuk di dalamnya yaitu membuat inovasi perpustakaan guna menjadikan perpustakaan sekolah sebagai wadah tidak hanya untuk mendapatkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadikan kebiasaan literasi sebagai sebuah budaya di kalangan warga sekolah," ujarnya, Kamis, 2 Oktober 2025.
Sementara itu sekretaris Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Aprae Vico Ranan, mengapresiasi kegiatan ini dan sangat mendukung kolaborasi dengan komunitas MKKP Huma Harati Kota Palangka Raya.
Ia berharap perpustakaan sekolah terus berinovasi, salah satunya dengan menjadikan perpustakaan sekolah menjadi e-library.
"Ada beberapa indikator yang harus dipenuhi untuk menuju perpustakaan yang sesuai dengan standar dan terakreditasi," tambahnya.
Tujuan dari Festival Literasi ini antara lain adalah meningkatkan minat baca dan budaya literasi di kalangan pelajar SMP se-Kota Palangka Raya, mengidentifikasi dan mengapresiasi Duta Baca yang berpotensi menjadi agen perubahan literasi.
Selain itu juga festival ini mendorong sekolah untuk menciptakan inovasi dalam pengelolaan perpustakaan, meningkatkan kreativitas pelajar dalam menyampaikan pesan literasi melalui media digital, serta membangun kolaborasi antar sekolah dan pihak terkait dalam upaya memajukan literasi.
Dengan terselenggaranya Festival Literasi ini, diharapkan ekosistem literasi yang dinamis dan berkelanjutan dapat tercipta di lingkungan sekolah.
"Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat mendukung Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan memfasilitasi bakat serta minat peserta didik dalam bidang literasi, sehingga mampu mencetak generasi muda yang kreatif, dan inovatif," pungkasnya. (PATHUR/R)









