PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya  – Program Makanan Bergizi (MBG) di Kalimantan Tengah tengah menjadi sorotan serius menyusul dugaan kasus keracunan makanan dan peredaran makanan basi di beberapa sekolah.

Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Kalteng, Sigit Karyawan Yunianto, menanggapi hal ini dengan mendesak evaluasi menyeluruh terhadap program yang memiliki anggaran cukup besar tersebut.

Dua insiden utama menjadi perhatian. Di Palangka Raya, sebanyak 27 murid Sekolah Dasar (SD) diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Indikasi awal menyebutkan keracunan ini disebabkan oleh saus burger yang sudah kedaluwarsa selama empat bulan.

Sementara itu, di Kabupaten Barito Timur, dilaporkan adanya peredaran makanan MBG yang tidak layak konsumsi atau basi di beberapa sekolah, yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan serius pada anak-anak.

Menanggapi rentetan kejadian tersebut, Sigit Karyawan Yunianto menyatakan keprihatinannya kepada masyarakat Kalteng

"Program MBG cukup besar anggarannya. Kalau ada permasalahannya teknis seperti ini, harus dievaluasi," tegasnya,  Kamis, 2 Oktober 2025.

Ia menekankan bahwa tujuan utama adalah agar program ini benar-benar tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi kesehatan anak didik.

Sigit menambahkan bahwa untuk meminimalisir permasalahan serupa di masa mendatang, keterlibatan dinas terkait sangatlah krusial.

"Dinas terkait harus dilibatkan, agar meminimalisir permasalahan," ujarnya, menggarisbawahi pentingnya sinergi antar lembaga dalam memastikan kualitas dan keamanan pangan yang didistribusikan.

Oleh karena itu, Korwil MBG, baik di tingkat Provinsi Kalteng maupun di Kabupaten/Kota, diminta untuk bekerja sama secara erat dengan instansi teknis terkait. Kolaborasi ini diperlukan terutama dalam hal quality control atau pengawasan kualitas sebelum makanan MBG didistribusikan ke sekolah-sekolah.

"Dengan adanya evaluasi dan peningkatan koordinasi yang ketat, diharapkan program MBG dapat berjalan sesuai tujuan awal, yaitu menyediakan asupan gizi yang aman dan berkualitas bagi pelajar, serta mencegah terulangnya insiden yang membahayakan kesehatan anak-anak di Kalimantan Tengah," pungkasnya. (PATHUR/j)